Rabu, 8 April 2020

Warcraft, Menyoal Dunia yang Dilanda Krisis Pengungsi

- 31 Mei 2016, 15:18 WIB

TIDAK dapat dimungkiri, plot “Warcraft” terdengar familiar dengan kabar tentang dunia sekarang yang sedang dilanda krisis pengungsi. Sejak beberapa tahun belakangan, berita pengungsi dari kawasan Timur Tengah yang menyeberang ke Eropa memenuhi halaman utama media massa.

Belum lagi pergerakan pengungsi di belahan bumi lain seperti pengungsi Rohingya di Indonesia maupun banyaknya pengungsi asal Timur Tengah yang diselundupkan ke Australia melalui jalur perairan di selatan Pulau Jawa.

Simak saja plot “Warcraft” berikut ini. Dikisahkan, orc dan manusia tinggal di dunia berbeda. Orc menempati dunia bernama Draenor dan manusia berada di dunia yang disebut Azeroth. Draenor sudah sekarat dan tidak layak lagi ditinggali karena kerusakan yang ditimbulkan sihir.

Dalam keputusasaan, bangsa orc mencari tanah baru untuk dihuni. Dengan bantuan kekuatan sihir jahat, portal yang menghubungkan Draenor dan Azeroth terbuka dan menjadi gerbang masuk orc untuk menginvasi dunia manusia.

Dari sudut pandang orc, mereka hanya mencari tempat yang layak untuk hidup dan menghindari kemusnahan. Di tengah ketidakpastian, muncul perdebatan dan konflik internal di antara mereka tentang bagaimana seharusnya menyikapi situasi dan beradaptasi di empat yang baru.

Sementara dari kaca mata manusia sebagai pribumi, kedatangan orc merupakan ancaman serius dan berpotensi menjadi bom waktu karena mereka menggunakan jiwa manusia sebagai bahan bakar utama aktivitasnya. Invasi orc harus dihentikan dan portal yang menghubungkan dua dunia harus ditutup dengan segala cara.

Sejatinya, sepanjang 2 jam durasi film, “Warcraft” hanya bercerita tentang hal sesederhana itu sesuai judul kecilnya, “The Beginning”. “Warcraft” memang didesain sebagai mukadimah dari trilogi.

Adanya kencenderungan bahwa plot ‘Warcraft” dikaitkan dengan isu krisis pengungsi bisa ditelusuri dari proses kreatifnya.

Halaman:

Editor: Yusuf Wijanarko

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X