Badan Obat Eropa (EMA) Peringatkan Varian Mu Bisa Timbulkan Kekhawatiran

- 10 September 2021, 12:49 WIB
Markas EMA di London, Inggris
Markas EMA di London, Inggris /dok. Reuters


PIKIRAN RAKYAT - Badan Obat Eropa (European Medicines Agency/EMA) memperingatkan varian Mu dari Covid-19 dapat menimbulkan kekhawatiran meskipun saat ini belum ada data yang menunjukkan akan menyalip strain Delta.

Varian Mu pertama kali diidentifikasi di Kolombia pada bulan Januari 2021 dan secara ilmiah dikenal sebagai B.1.621. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut Mu sebagai "variant of interest".

Kepala strategi vaksin EMA, Marco Cavaleri mengatakan pihaknya saat ini berfokus pada varian Delta dan juga mencari varian lain yang mungkin menyebar seperti Lambda serta Mu.

"(Varian) Mu berpotensi lebih mengkhawatirkan karena potensi peningkatan kekebalan tubuh yang mungkin ditunjukkannya," kata Marco Carvaleri, dikutip dari AFP, Jumat, 10 September 2021.

Baca Juga: Joe Biden Telepon Xi Jinping Selama 90 Menit, Desak Persaingan AS-China Tak Jadi Konflik

Dia mengatakan pihaknya memeriksa obat-obatan untuk 27 negara Uni Eropa dan akan berdiskusi dengan pengembang vaksin tentang efektivitas tusukan saat ini dalam menangani varian Mu.

"Namun, saya harus mengatakan bahwa kami belum memiliki data yang akan menunjukkan bahwa varian Mu menyebar sebanyak itu, dan apakah itu akan memiliki peluang untuk menyalip varian Delta sebagai strain dominan," ujarnya.

Semua virus, termasuk SARS-CoV-2 yang menyebabkan Covid-19, bermutasi dari waktu ke waktu. Kebanyakan mutasi memiliki sedikit atau tidak berpengaruh sama sekali tetapi beberapa dapat mempengaruhi sifat virus termasuk seberapa mudah mereka menyebar, tingkat keparahan penyakit yang ditimbulkannya, dan ketahanannya terhadap vaksin.

WHO saat ini mengidentifikasi empat varian Covid-19 yang menjadi perhatian, termasuk Alpha, yang hadir di 193 negara, dan Delta, yang hadir di 170 negara.

Baca Juga: Bocoran, WhatsApp Desain Ulang Gelembung Chat Jadi Lebih Bulat

Halaman:

Editor: Julkifli Sinuhaji

Sumber: AFP


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X