Minggu, 8 Desember 2019

Sensasi Menikmati Donat Bentuk Dinosaurus dan Alfabet

- 21 Mei 2016, 23:23 WIB

DONAT tak selalu identik dengan kue bulat dengan lubang di tengah. Pada awal kemunculannya dalam sejarah Amerika disebutkan donat merupakan adonan menggumpal (dough) dengan kacang (nut) di dalamnya. Adonan itu digoreng begitu saja.

Perkembangan membawanya menjadi gumpalan dengan aneka topping atau isian. Bentuk cincinnya kemudian lebih identik dengan donat topping warna-warni. Untuk donat berisi biasanya tanpa lubang di tengah.

Di Bandung, tiga orang pemuda mendobrak lagi kejayaan donat cincin. Gufron Syarief, Januario A, dan Rangga Prihandana membidani lahirnya bentuk donat dinosaurus dan alfabet.

Sebuah inovasi memang umumnya mendapat sedikit penolakan dari masyarakat. Menurut salah satu pendiri DinoDonuts, Rangga Prihandana, saat pertama muncul, donatnya tidak pernah laku lebih dari 10 buah. Bentuk yang pertama diperkenalkan yakni cetakan brontosaurus.Di

Pemanfaatan media sosial Instagram rupanya langsung melejitkan donat berbentuk manusia purba ini di Kota Bandung dan sekitarnya. Setiap harinya 1.000 produksi donat habis tak bersisa.

Selain brontosaurus, donat lucunya juga berbentuk pterodaktil, tyrannosaurus, dan mamoth. “Varian untuk topping-nya ada 15 rasa. Dan akan terus bertambah,” kata Rangga saat ditemui PR di DinoDonuts, Jalan Sabang Kota Bandung, Minggu, 15 Mei 2016.

White choclate, green tea, taro, cokelat kacang, selai blueberry, tiramisu, selai strawberry, durian, dan banyak lagi merupakan inovasi rasa yang ditemukan dan diracik DinoDonuts seiring waktu. Rasa renyahnya didapat dari adonan donat yang menonjolkan penggunaan susu dan butter. Tekstur donatnya mengingatkan rasa cake di setiap gigitannya.

Bentuk dan rasa itulah yang membuat donat berbentuk binatang purba ini digemari anak-anak dan remaja. Selain itu, diproduksi juga donat berbentuk karakter alfabet. Penemuan baru ini banyak diapresiasi konsumen untuk memberi hantaran atau ucapan selamat bagi orang-orang tersayang.


Halaman:

Editor: Gita Pratiwi A

Tags

Komentar

Terkini

X