Hasil Riset Sebut Tembakau Alternatif Tidak Sebahaya Rokok

- 28 April 2021, 20:49 WIB
Ilustrasi tembakau.
Ilustrasi tembakau. /Unsplash/Kilian Seiler

PIKIRAN RAKYAT - Baru-baru ini  Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik (YPKP) melakukan riset dengan judul “Pengurangan Bahaya Tembakau dan Studi Potensi Genotosik melalui Perhitungan Frekuensi Mikronukleus pada Apusan Sel Mukosa Bukal”.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa perokok aktif memiliki jumlah inti sel kecil dalam kategori tinggi sebanyak 145,1.

Sedangkan, pengguna produk tembakau alternatif dan non-perokok masuk dalam kategori normal yang berkisar pada angka 76-85.

Jumlah inti sel kecil yang semakin banyak menunjukkan ketidakstabilan sel akibat paparan terhadap senyawa toksik yang merupakan indikator terjadinya kanker di rongga mulut.

 Baca Juga: Baku Tembak Membabi Buta, Dankor Brimob Pastikan Aparat TNI-Polri Terus Buru KKB di Papua

Hasil riset memperlihatkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan antara jumlah inti sel kecil pada pengguna produk tembakau alternatif dengan non-perokok dan dua kali lebih rendah daripada perokok aktif.

Produk tembakau alternatif, seperti produk tembakau yang dipanaskan dan rokok elektrik, tidak menghasilkan TAR lantaran dalam penggunaan produk tersebut, tidak terdapat proses pembakaran.

Oleh karena itu, sangatlah keliru jika ada anggapan yang menyamakan produk tembakau alternatif dengan rokok, terutama profil risiko yang dimiliki oleh produk tersebut.

 Baca Juga: Muncul Desakan KKB di Papua Disebut Teroris, Setara Institute Angkat Bicara

TAR yang mengandung ribuan senyawa kimia berbahaya dan dapat memicu berbagai penyakit, dihasilkan karena adanya proses pembakaran seperti pada rokok.

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X