Ahli Sebut Rambut Seperempat Pasien Covid-19 Rontokan Parah Setelah Terinfeksi, Wanita Lebih Berisiko

- 23 Februari 2021, 17:44 WIB
Ilustrasi. Pasien yang telah sembuh dari Covid-19 mengalami kerontokan rambut. /PIXABAY/Slavoljubovski

PIKIRAN RAKYAT – Sudah lebih dari setahun masyarakat dunia berjibaku melawan virus corona (Covid-19) yang disebut pertama kali ditemukan di pasar hewan di Wuhan, China.

Dari pantauan Pikiran-Rakyat.com pada laman World o Meters per Selasa, 23 Februari 2021 jumlah kasus positif Covid-19 di dunia mencapai lebih dari 112 juta kasus.

Sedangkan kasus kematian mencapai lebih dari 2,4 juta jiwa yang tercatat di seluruh dunia, dan lebih dari 87 juta jiwa dinyatakan sembuh.

Pasien yang telah sembuh tidak serta merta sehat seperti sedia kala, beberapa ahli menyebutkan ada efek samping yang dirasakan beberapa orang yang telah terinfeksi virus corona.

Baca Juga: Antisipasi Banjir, Kadis SDA Sebut Pemprov Jakarta Siapkan Rp1 Triliun Untuk Pembebasan Lahan

Baca Juga: Minta Kemenkes Perbaiki Sistem Pendaftaran Vaksinasi, Anggota DPR: Agar Warga Tidak Datang di Waktu yang Sama

Melansir laman The Sun, para peneliti yang mempelajari berbagai gejala jangka panjang menemukan 359 orang dari 1.655 pasien yang dirawat di rumah sakit di Wuhan, China mengalami kerontokan pada rambut.

Temuan yang sebelumnya telah dipublikasikan di The Lancet, menemukan fakta bahwa rambut rontok adalah gejala utama jangka panjang pada pasien Covid-19.

Hal itu bisa disebabkan karena kelelahan, sesak napas, pusing, dan nyeri sendi yang diderita para pasien.

Halaman:

Editor: Nopsi Marga

Sumber: The Sun, World o Meters


Tags

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X