2 Tenaga Medis COVID-19 Ditembak KKB, dr. Tirta: Ancaman ke Saya Terus Datang

- 24 Mei 2020, 08:04 WIB
DR. Tirta mengaku sering diancam oleh berbagai pihak yang ingin menghentikan langkahnya selama pandemi COVID-19.* /Kolase pixabay dan Instagram/@dr.tirta

Ia mengaku lokasi sangat sulit dicapai karena membutuhkan waktu sekitar lima jam dan harus melintasi jembatan gantung.

Saat ini, Wandai memang cukup terpencil dan belum memiliki pos polisi maupun jaringan telekomunikasi.

Baca Juga: Semua Pasien Positif Covid-19 Sembuh, Bukan Berarti Karawang Bebas Corona

Pihak kepolisian mendapatkan informasi dari wilayah lain tetangganya bernama Homeyo.

Menanggapi kabar tersebut, dr. Tirta juga mengaku sering mendapat ancaman selama bertugas sebagai tenaga medis.

Meski tak bekerja langsung di ruang-ruang perawatan, ia selalu berkeliling untuk memenuhi kebutuhan tenaga medis sekaligus mengampanyekan kesadaran akan pandemi ini.

Baca Juga: Terus Berjualan di Bahu Jalan, Pedagang Pasar Baru Bandung Tegaskan Tidak Menantang Wabah Covid-19

"Apakah suatu saat saya bisa dibunuh orang karena gerakan saya yg mendukung campaign pemerintah?" mulainya dalam unggahan Instagram @dr.tirta pada Sabtu 23 Mei 2020.

Padahal, semua yang dilakukan olehnya hanya dilakoni demi membantu orang lain.

"Apakah suatu saat saya bisa diapa-apain orang karena berusaha membantu orang?" lanjut pria yang akrab disapa Cipeng itu.

Halaman:

Editor: Mahbub Ridhoo Maulaa

Sumber: Antara


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X