Minggu, 7 Juni 2020

Jejak Sunda dalam Film Indonesia, dari Loetoeng Kasaroeng hingga Si Kabayan

- 30 Maret 2020, 11:47 WIB
ILUSTRASI film.* /GERALT/PIXABAY

PIKIRAN RAKYAT  – Permulaan tahun 1920, di Bandung berdiri perusahaan film NV Java Film Company yang didirikan L. Heuveldorp dan G. Krugers.

Pada awalnya, perusahaan film tersebut banyak membuat film dokumenter.

Tetapi pada tahun 1926, NV Java Film Company mulai membuat film cerita berdasarkan cerita rakyat Sunda ”Loetoeng Kasaroeng”. L. Heuveldorp yang menjadi sutradara merangkap produser, sedangkan G. Krugers menjadi penata ka­mera.

Baca Juga: Pemkab Bandung Dapat 556 Alat Tes Covid-19, DN : Untuk Zona Merah Mekanismenya Door to Door

Film ”Loetoeng Kasaroeng” diputar pertama kali di Elita dan Oriental Bioscoop, Bandung. 

Setelah film ”Loetoeng Kasaroeng”, Heuveldorp tidak kedenga­ran aktivitasnya lagi, sedangkan G. Krugers pada tahun 1927 mendirikan perusahaan film sendiri Krugers Filmbedrijf. Produksi filmnya, antara lain ”Eulis Atjih”, ”Karnadi Anemer Bangkong”, ”Atma deVisser” (Nelayan Atma), dan ”Terpaksa Menikah”.

Film ”Eulis Atjih” dan ”Karnadi Anemer Bangkong”, berdasarkan buku karya sastrawan Sunda, Joehana.

Baca Juga: Video Virtual Reality (VR) Tunjukkan Kerusakan Paru-paru Pasien COVID-19

Menurut H. Misbach Jusa Biran dalam bukunya Sejarah Film 1900-1950 Bikin Film di Jawa (terbitan Komunitas Bambu dan Dewan Kesenian Jakarta, 2009), buku Karnadi Anemer Bangkong merupakan buku yang cukup laris.

Tetapi ketika dibuat film, banyak yang protes, sebab dalam film tersebut ada adegan orang pribumi (Karnadi) makan bangkong (kodok) karena dagangannya tidak laku.

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X