Senin, 1 Juni 2020

Sejarah 30 Maret Jadi Hari Film Nasional, Tentang Usmar Ismail dan Citra

- 30 Maret 2020, 11:30 WIB
ILUSTRASI film.* /mohamed_hassan/PIXABAY

PIKIRAN RAKYAT  –  Setiap tanggal 30 Maret, Indonesia memperingati Hari Film Nasional.

Tahukah Anda sejarah di baliknya, tidak terlepas dari tokoh film Usmar Ismail, dan Citra?

Mengutip tulisan sutradara dan penulis Eddy D. Iskandar, di Harian Umum Pikiran Rakyat pada 2006, nama Piala Citra juga secara khusus merupakan penghargaan atas jasa-jasa Usmar Ismail terhadap  kehadiran film Indonesia.

Baca Juga: Video Virtual Reality (VR) Tunjukkan Kerusakan Paru-paru Pasien COVID-19

Citra adalah judul film pertama Usmar, yang dibuat pada tahun 1949.

Namun, tonggak perfilman Indonesia dikibarkan Usmar Ismail tanggal 30 Maret 1950, ketika Usmar mendirikan NV Perfini dan langsung menggarap produksi perdananya ‘Darah dan Do’a’ atau ‘The Long March of Siliwangi’ berdasarkan skenario Sitor Situmorang.

Tanggal itu, kemudian dijadikan sebagai peringatan Hari Film Nasional.
Mengapa berdirinya NV Perfini dengan produksi perdananya dianggap sebagai tonggak sejarah lahirnya film Indonesia?

Baca Juga: Berikut 9 Daftar Toko Retail Dunia yang Tutup untuk Sementara Waktu

Film pertama yang diproduksi di Indonesia memang sudah lahir sejak tahun 1926, yakni sebuah film garapan G. Kruger dan L. Heuveldorp dari NV Java Film yang berjudul ‘Loetoeng Kasaroeng’.

Namun, film Indonesia yang secara menyeluruh menampilkan orang-orang pribumi.

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X