Jumat, 29 Mei 2020

Perankan 4 Tokoh Sekaligus, Wawan Sofwan Kisahkan Kesenjangan Sosial di Pengadilan

- 12 Februari 2020, 12:40 WIB
SENI teater topeng.* /VIDIA ELFA SAFHIRA/PR

Dalam pementasannya, Monolog DAM bersifat interaktif dengan melibatkan penonton sebagai aktor tambahan, sehingga pementasan ini selalu memiliki tempat tersendiri di kalangan penggemarnya.

Tidak hanya berkarya di Indonesia, Wawan juga kerap tampil di luar negeri. Tahun lalu Monolog DAM dipentaskam dalam festival Setanggi 2019 di Kuantan Malaysia.

Baca Juga: 6 Cara Menggunakan Minyak dan Balsam Jenggot dengan Rapi

Sebelumnya Wawan juga berhasil membawa pementasan Monolog Dam di Moscow, Universitas Tasmania, Paris, hingga Berlin.

Konsep teater topeng pertama kali dicetuskan Wawan ketika Wawan mengikuti workshop Commedia de'l arte di Berlin pada 2002 dari salah satu maestro, Alessandro Marcheti dari Itali.

SENIMAN Wawan Sofwan dalam Pementasan Monolog DAM.*
SENIMAN Wawan Sofwan dalam Pementasan Monolog DAM.*

Setelah mengikuti workshop Wawan menemukan satu konsep untuk memadukan topeng Pajegan Bali dengan Commedia de'larte.

Baca Juga: 6 Cara Menggunakan Minyak dan Balsam Jenggot dengan Rapi

Dalam pementasannya, Wawan mengaku dirinya ingin mengembalikan kembali tradisi penggunaan karya seni topeng dalam teater dan monolog yang mulai jarang dikembangkan di Indonesia.

“Saya ingin mengembalikan lagi tradisi topeng, karena jarang sekali orang memakai topeng baik untuk pertunjukan teater maupun monolog seperti ini,” ujar Wawan Sofwan yang ditemui Pikiran-Rakyat.com pada 11 Februari 2020.

Halaman:

Editor: Ari Nursanti


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X