Senin, 6 April 2020

64 Perupa Jawa Barat Tuntaskan Pameran Bergilir, Sejajar bak Gerhana Matahari Cincin

- 10 Januari 2020, 15:03 WIB
BEBERAPA karya dari para perupa di Pameran Bergilir Jilid #1 Seni Rupa Jawa Barat di Galeri Pusat Kebudayaan, Kota Bandung, 26 Desember 2019 hingga 6 Januari 2020.* /MUHAMMAD FIKRY MAULUDY/PR

PIKIRAN RAKYAT - Sebanyak 64 perupa tuntas mengikuti Pameran Bergilir Jilid #1 Seni Rupa Jawa Barat di Galeri Pusat Kebudayaan, Kota Bandung, 26 Desember 2019 hingga 6 Januari 2020. Pameran jilid kedua yang juga diperkuat 65 perupa akan dilanjutkan pada Februari 2020 mendatang.

Anggota Tim Kurasi Pameran Bergilir Jilid #1 Seni Rupa Jawa Barat, Anton Susanto menuturkan, dimulainya pameran bersamaan dengan peristiwa gerhana matahari cincin. Sejalan dengan peristiwa sejajarnya matahari-bulan-bumi itu, para seniman Jawa Barat pun berada sejajar dalam satu barisan, satu semangat demi kemajuan seni rupa di Jawa Barat.

Dalam naungan Pameran Bergilir Jilid #1 Seni Rupa Jawa Barat yang diinisiasi oleh kurator Isa Perkasa dan seniman dari berbagai wilayah di Jawa Barat, para seniman bersatu menampilkan karya-karya terbaiknya.

Baca Juga: Seperti KPK, Bambang Soesatyo Sebut OJK pun Butuh Dewan Pengawas

Program Pameran Bergilir ini agak mirip dengan sistem Kompetisi Lukis Jawa Barat yang pernah ada dan diinisiasi oleh GaleriKita dan Roman Bandung pada 2006 dan 2007. Kompetisi itu berupa program open call atau panggilan terbuka bagi seluruh seniman yang berdomisili di Jawa barat.

Yang menjadi berbeda adalah pola yang disasar. Melalui sistem kompetisi, yang menjadi sasaran adalah munculnya juara yang kemudian berdampak pada karier kesenimanan yang juga dapat menjadi inspirasi bagi seniman lain.

Melalui Pameran Bergilir ini, yang menjadi sasaran adalah pemetaan dan survei atas segala potensi seniman yang ada di Jawa Barat. “Dengan semakin lengkap data, maka semakin efektif dan efisien pula membangun program pengembangannya. Sehingga mampu membangun medan sosial seni rupa di Jawa Barat yang lebih komprehensif,” tutur Anton.

Baca Juga: 2.508 Pohon Serentak Ditanam di Bogor, Ikuti Program Sejuta Pohon dari Polri

Yang lebih penting lagi, kata dia, yang terbangkitkan melalui program ini adalah faktor kesempatan. Belum lengkap dan meratanya medan sosial seni rupa di berbagai daerah di Jawa Barat menjadikannya cukup sulit bagi seniman untuk melakukan aktualisasi karya.

Halaman:

Editor: Gugum Rachmat Gumilar

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X
x