Sabtu, 7 Desember 2019

Masih Eksis, Kesenian Calung Bisa Disenangi dengan Ragam Kreasi

- 4 Desember 2019, 11:16 WIB
SALAH satu grup calung tampil unjuk kabisa di Pasanggiri Calung Kreasi Kota Bandung #4, Rabu 4Desember 2019 di Teras Sunda Cibiru Jalan A.H. Nasution Cipadung, Cibiru Kota Bandung.* /RETNO HERIYANTO/PR

BANDUNG,(PR).- Pelaku seni tradisional harus optimistis mampu bersaing dengan kesenian modern. Kreasi kesenian calung akan terus eksis bila mampu menjaga nilai tradisi menjawab tuntutan zaman.

Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung Tantan Surya Santana saat membuka Pasanggiri Calung Kreasi Kota Bandung #4, mengungkapkan diera modernisasi kesenian tradisional semakin kurang diminati generasi muda.

"Tapi para pelaku seni harus memiliki optimisme untuk tetap eksis dan menularkan kemampuan kepada generasi muda," ujar Tantan dalam sambutannya diacara yang digelar di Teras Sunda Cibiru, Jalan AH Nasution, Cipadung, Cibiru, Kota Bandung, 4 Desember 2019.

Baca Juga: Penulis Berbahasa Sunda Semakin Berkurang

Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata menurut Tantan, terus mendorong pelaku seni tradisi dalam upaya pelestarian serta implementasi Undang-undang No 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

"Saya merasa yakin kalau kesenian calung masih tetap eksis dan diterima generasi sekarang, sebagaimana yang pernah dilakukan Darso, bahkan bila berkreasi terus menerus bukan tidak mungkin calung bisa mendunia," ujar Tantan.

Sementara Ketua Penyelenggara Pasanggiri Calung Kreasi Kota Bandung #4, Wawan Setiawan,mengungkapkan bahwa kegiatan merupakan upaya keras semua pihak.

Baca Juga: Damas Gelar Pasanggiri Tembang Sunda Cianjuran ke-22 

"Bukan perkara mudah untuk mengumpulkan seniman calung dalam satu kegiatan pasanggiri atau festival, dari 26 grup yang intens berkomunikasi, hanya 17 yang ikut," ujar Wawan.


Halaman:

Editor: Gita Pratiwi

Tags

Komentar

Terkini

X