Tantangan Tembang Sunda Cianjuran di Era Generasi Milenial

- 29 November 2019, 23:10 WIB
SUASANA Pameran Arsip Foto Tembang Sunda 27-30 November, di Photography Artspace, Bandung Creative Hub (BCH), Jl. Laswi No. 7 Bandung dengan kurator, Ivan Arsiandi.* /

AKHIR-akhir ini kehidupan tembang Sunda Cianjuran sudah mulai melemah. Era generasi milenial menjadi sebuah tantangan besar yang harus segera dibuat upaya strategis agar hidup tembang Sunda Cianjuran tetap bertahan.

Pernyataan itu muncul dalam talkshow Gelar Karya Paguyuban Pamirig Tembang Sunda, 25-30, di Bandung Creative Hub. Salah seorang pembicara, dosen Jurusan Karawitan Fakultas Seni Pertunjukan ISBI Bandung Heri Herdini mengatakan, indikatornya kelemahan itu dapat dilihat dari berbagai sisi.

Misalnya, latihan rutin tembang Sunda Cianjuran yang dilakukan oleh sejumlah grup mulai menurun bila dibandingkan dengan masa-masa sebelumnya. Lalu, pertunjukan tembang Sunda Cianjuran dalam hajat perkawinan mulai tergeser oleh organ tunggal, bahkan ada sebagian pemain kacapi yang beralih menjadi pemain keyboard.

Baca Juga: Damas Gelar Pasanggiri Tembang Sunda Cianjuran ke-22 

“Jumlah peserta pasanggiri tembang Sunda Cianjuran Damas yang baru-baru ini dilaksanakan juga menurun, hanya 27 peserta (laki-laki dan perempuan), dulu mencapai 60-85 peserta,” tuturnya.

Selain itu, minat generasi muda yang belajar tembang ini, baik mamaos maupun pirigannya juga menurun. Indikator melemahnya kehidupan tembang Sunda Cianjuran ini bukan disebabkan oleh mutu dan para pelakunya yang menurun, tetapi disebabkan oleh situasi dan kondisi zaman yang telah berubah mengikuti kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Generasi milenial saat ini lebih banyak bersentuhan dengan media sosial, akses internet, dan akses pelayanan yang serba cepat. Sesuatu yang dianggap ngetren, booming, dan prestise, biasanya menjadi pilihan mereka ketika dihadapkan dengan persoalan pilihan.

Baca Juga: Lagu Ai Karya Doel Sumbang Pernah Menjadi Tembang Pop Sunda Termahal

Di satu sisi, kata Heri, tembang Sunda Cianjuran merupakan produk karya seni budaya yang bermutu tinggi. Tetapi di sisi lain tembang Sunda Cianjuran tidak booming dan ngetren. Inilah yang menjadi permasalahan mengapa kehidupan tembang sunda cianjuran mulai melemah.

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X