Perjalanan Asyik 23 Tahun Pemuda Harapan Bangsa

- 23 November 2019, 16:17 WIB
PEMUDA Harapan Bangsa.* /DOK.PHB

PADA 1996, Pemuda Harapan Bangsa dibentuk hanya untuk mengisi acara ospek kampus Sekolah Tinggi Seni Rupa dan Desain Indonesia (STISI) Bandung.

Keasyikan berkarya dan manggung hingga 23 tahun, PHB dinilai telah layak diberi label legenda pengisi jejak panjang sejarah orkes Indonesia, seturut kiprah legenda orkes nasional Pancaran Sinar Petromaks (PSP) dan Pengantar Minum Racun (PMR).

PHB lahir di tengah kebangkitan gaya hidup subkultur dengan tren musik cadas yang memunculkan band-band berdistorsi.

Barangkali grup musik orkes merangsek di tengah genre musik lain sebagai “penghancur emosi”.

Misi bermusik mereka lebih didominasi komedi. Unsur kreatifitas mereka terbentuk dari jiwa para personelnya yang nyeleneh -jika penyematan istilah “gila” terlalu sadis.

Orkes lawas yang lahir dari lingkungan Warkop DKI, Pengantar Minum Racun, sempat dinamai Orkes Kurang Gizi dan Orkes Moral Irama Teler.

Sama halnya dengan PHB, dari pemilihan nama Pemuda Harapan Bangsa, dapat tercermin bagaimana karakter Nedi (vokal), Yoga (tamtam), Temtem (gitar), Dadi (ukulele), Ardela (gitar), Ivan (bas), dan Iman (tamborin) yang kesehariannya penuh keisengan.

Yang lebih liar lagi, mereka sempat menamai band di awal terbentuknya dengan nama Doa Ibu Tersayang Kepada Anak Tercinta Semoga Selamat Sampai Tujuan.

Beruntung bagi para fans, penggunaan nama sederet gerbong kereta itu hanya bertahan satu jam.

Halaman:

Editor: Siska Nirmala


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X