Soal Drone Asing di Perairan Indonesia, Hikmahanto Juwana: Kemlu Harus Lakukan Protes Diplomatik

- 2 Januari 2021, 19:05 WIB
Potret Guru Besar Hukum Internasional UI, Hikmahanto Juwana.
Potret Guru Besar Hukum Internasional UI, Hikmahanto Juwana. /Instagram.com/@hikmahantojuwana

PIKIRAN RAKYAT - Sejumlah pihak mulai memberikan pandangannya menyusul temuan sebuah drone bawah air di dekat Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.

Drone yang diduga milik China tersebut dilaporkan saat ini telah diamankan di Pangkalan Angkatan Laut (AL) di Makassar.

Guru Besar Hukum Internasional UI (Universitas Indonesia), Hikmahanto Juwana mengatakan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Indonesia harus tegas terhadap negara pemilik pesawat nir-awak (drone) mata-mata bawah laut.

Baca Juga: 7 Sifat Orang yang Lahir di Bulan Januari, Salah Satunya Buruk dalam Mengungkapkan Cinta

"Bila sudah diketahui asal usul negara yang memiliki drone tersebut, Kemlu harus melakukan protes diplomatik yang keras terhadap negara tersebut dan bila perlu tindakan tegas lainnya," ujar Hikmahanto Juwana dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu, 2 Januari 2021, dikutip Pikiran-Rakyat.com dari Antara.

Dia mengatakan pemerintah perlu merespons terkait drone bawah laut yang ditemukan nelayan di dekat Kepulauan Selayar Sulawesi Selatan dan saat ini diamankan TNI AL.

Hikmahanto yang juga Rektor Universitas Jenderal A Yani itu menilai protes keras dan tindakan tegas harus dilakukan terlepas apakah negara tersebut adalah negara sahabat, bahkan adanya ketergantungan Indonesia secara ekonomi.

Baca Juga: Naik hingga 35 Persen, Pengrajin Tahu Tempe Berharap Pemerintah Stabilkan Harga Kedelai

Hikmahanto Juwana menambahkan agar jangan sampai terulang kembali insiden atas agen intelijen Jerman (beberapa waktu lalu).

Halaman:

Editor: Sarah Nurul Fatia

Sumber: Antara


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X