Mulai 2030, Inggris Larang Penjualan Mobil Bensin dan Diesel

- 16 November 2020, 08:49 WIB
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson /Instagram.com/@borisjohnsonuk


PIKIRAN RAKYAT - Sepuluh tahun lagi di tahun 2030 Inggris akan melarang penjualan mobil berbahan bakar bensin dan diesel.

Hal ini diumumkan oleh Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, pelarangan tersebut sebagai bagian dari paket inisiatif ramah lingkungan yang lebih luas.

Sebelumnya di bulan Februari 2020 lalu, Johnson mengatakan dia mengajukan larangan penjualan mobil bensin dan diesel baru mulai tahun 2035 atau 2040.

Baca Juga: Mengenal Morris Garage (MG), Brand Mobil Inggris yang Baru Masuk Indonesia

Dikutip Pikiran-rakyat.com dari Finansial Times, kini Johnson diperkirakan akan memindahkan jadwal ke tahun 2030 dalam upaya untuk memulai pasar mobil listrik di Inggris dan mendorong Negeri Sepak Bola itu menuju tujuannya untuk mencapai nol emisi bersih pada tahun 2050.

Namun, para menteri Inggris diharapkan untuk menjaga waktu itu tidak terlalu ketat pada tahun 2035 untuk mengakhiri penjualan mobil hybrid yang bertenaga baterai listrik serta motor tradisional.

Menurut Society of Motor Manufacturers and Traders, penjualan mobil listrik meningkat dengan kuat, tapi masih di bawah 7 persen dari semua kendaraan baru yang dibeli di Inggris bulan Oktober lalu.

Baca Juga: Inggris Buka Kembali Sekolah pada September Mendatang, Boris Johnson Sebut Ini Prioritas

Industri mobil telah lama berpendapat bahwa pendanaan yang signifikan untuk infrastruktur diperlukan untuk membantu meyakinkan pengendara agar beralih ke mobil listrik.

Saat ini mobil bertenaga listrik masih lebih mahal daripada kendaraan berbahan bakar bensin atau diesel.

Halaman:

Editor: Julkifli Sinuhaji

Sumber: Financial Times


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X