Faisal Basri Sebut Investasi Infrastruktur Kacau, Tanpa Tender dan Rencana Bikin Utang Bengkak

- 8 Oktober 2020, 15:34 WIB
EKONOM Faisal Basri . /AMIR FAISOL/PR

PIKIRAN RAKYAT - Omnibus Law Undang-undang (UU) Cipta Kerja yang menjadi kontroversi akhir-akhir ini disebut-sebut berusaha meningkatkan investasi dari luar negeri.

Namun, Ekonom Faisal Basri memandang investasi Indonesia tidak bermasalah dan pengesahan Omnibus Law UU Cipta Kerja dianggap kurang tepat.

Faisal Basri menganggap persoalan ICOR atau hasil investasi lah yang menjadi masalah investasi di Indonesia dan tidak tercantum dalam Omnibus Law UU Cipta Kerja.

Baca Juga: Di Tengah Massa Pendemo Omnibus Law, Ridwan Kamil Akui Surati Jokowi dan DPR RI

"Tak ada masalah mendasar tentang investasi di kita. Investasi di Indonesia baik-baik saja, walaupun tidak spektakuler," tuturnya dikutip Pikiran-Rakyat.com dari kanal YouTube Najwa Shihab.

"Pertumbuhan investasi tahunan kita itu lebih tinggi dari Tiongkok, Malaysia, Thailand, Brasil, Afrika Selatan, hampir sama dengan India, hanya di bawah Vietnam," papar Faisal.

Selain itu, peranan investasi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) selama kepemimpinan Presiden Joko Widodo adalah yang tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.

Baca Juga: [UPDATE] Kasus Virus Corona Indonesia per 8 Oktober 2020 Naik Jadi 320.564 Orang

Namun, ia mencatat bahwa jumlah yang begitu besar tidak menghasilkan output yang besar sehingga ICOR-nya sangat tinggi.

Halaman:

Editor: Mahbub Ridhoo Maulaa


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X