Simplifikasi Penarikan Cukai Rokok Berlaku pada 2021, APTI: Hanya Untungkan Perusahaan Rokok Amerika

- 23 September 2020, 13:51 WIB
Ilustrasi rokok. /Pexels

 

PIKIRAN RAKYAT - Tahun 2020 tinggal tersisa empat bulan lagi untuk memasuki tahun 2021. Bagi Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (ATMI), tahun 2021 akan menjadi malapetaka besar jika pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan tetap melaksanakan rencananya untuk mengeluarkan aturan baru, yakni Simplifikasi Penarikan Cukai Rokok.

APTI membantah adanya pendapat yang menyebutkan jika simplifikasi jadi dilakukan, akan memberikan tambahan pendapatan negara belasan triliun rupiah.

Atau sebaliknya, jika simplifikasi tidak dilakukan, negara akan dirugikan belasan triliun rupiah. Menurut APTI, pendapat tersebut tidak jelas hitungannya.

Baca Juga: Sri Mulyani Sebut APBN Defisit Rp500,5 Triliun per Agustus 2020, Rizal Ramli: Kemana Saja Itu Uang?

“Yang benar adalah, jika simplifikasi penarikan cukai dilakukan, hanya akan menguntungkan perusahaan rokok besar dari Amerika. Perusahaan rokok lainnya lama-lama gulung tikar. Yang terjadi kemudian, monopoli produksi dan penjualan rokok oleh satu perusahaan besar dari luar negeri tadi.

Hal ini akan berdampak negatif pada semakin menurunnya kesejahteraan petani tembakau,” kata Ketua APTI Nusa Tenggara Barat Sahmihudin saat beraudiensi dengan pimpinan Majelis Purmusyawaratan Rakyat (MPR) RI.

Dalam petemuan itu, pengurus APTI diterima Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat yang didampingi anggota Komisi IV DPR RI Charles Melkiansyah. Sedangkan dari Pengurus APTI hadir antara lain Ketua APTI Provinsi Jawa Barat Suryana, Ketua APTI Sumedang Sutarja, dan jajaran pengurus lainnya.

Baca Juga: Aparat 'Buru' Pelanggar Protokol Kesehatan di Bandung dengan Mobile Covid Hunter

Halaman:

Editor: Ari Nursanti


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X