Soal Data FinCEN yang Ungkap Transaksi Gelap Perbankan, Himbara Angkat Bicara

- 23 September 2020, 10:32 WIB
Ilustrasi Petugas lakukan transaksi /Antara/Oky Lukmansyah/Pras

PIKIRAN RAKYAT - Baru-baru ini kabar mengejutkan datang dari dunia perbankan khususnya di Indonesia.

Dokumen milik Financial Crimes Enforcement Network (FinCEN), telah bocor dikalangan publik.

Ada nama dari bank-bank di Indonesia yang tercatat telah melakukan transaksi janggal.

Baca Juga: Putin Tawarkan Vaksin Virus Corona Buatan Rusia Secara Gratis ke PBB

Bahkan diantara nama-nama tersebut terdapat bank plat merah Indonesia yang terjerat dalam kasus transaksi janggal berdasarkan data FinCEN yang bocor tersebut.

Terkait kabar itu, Himpunan Bank-Bank Milik Negara (Himbara) akhirnya membuka suara.

Dalam keterangan resminya Himbara menyebutkan pelaporan nasabah bank telah diatur dalam Undang-Undang no 8 tahun 2010 tentang Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (UU APU PPT).

Baca Juga: Lihat Merchant Baru ShopeePay Minggu Ini untuk Sambut Gajian

Berdasarkan aturan itu Penyedia Jasa Keuangan wajib menyampaikan laporan transaksi keuangan yang memenuhi kriteria tertentu termasuk transaksi keuangan mencurigakan (Suspicious Transaction) kepada Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Halaman:

Editor: Rahmi Nurfajriani

Sumber: Warta Ekonomi


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X