Akademisi dan Peneliti Sepakat, Pandemi Buka Peluang Sektor Industri Indonesia di Pasar Global

- 4 September 2020, 13:21 WIB
ILUSTRASI industri. /PIXABAY

PIKIRAN RAKYAT - Pandemi Corona Virus atau Covid 19 yang mengguncang hampir seluruh dunia, ternyata telah membuka peluang bagi sektor industri Indonesia untuk meningkatkan daya saing, dan menjadi bagian dari dalam rantai pasok industri global.

Demikian benang merah yang mengemuka dari Webinar “Mengukur Dampak Stimulus Ekonomi Terhadap Kegiatan Ekspor dan Impor di Masa Pandemi Covid-19”, yang diselenggarakan atas kerjasama Pusat Kajian Sosial Politik Universitas Nasional (PKSP) Jakarta dengan Center for Information and Development Studies (CIDES), di Jakarta Selatan.

 Baca Juga: Jadi Tersangka Kasus Narkoba, Eks Slank Sekaligus Mantan Drummer BIP Jaka Hidayat Ditangkap Polisi

Webinar ini menampilkan narasumber Lektor Kepala Universitas Nasional, Jakarta, Prof. Dr. I Made Adnyana, S.E. M.M; Bachrul Chairil, S.E., M.B.A (Ketua Komite Anti Dumping/KADI);  Dr. Ir. Soleh Rusyadi Maryam (Sucofindo); dan Abdul Manap Pulungan (Peneliti INDEF).

Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS), Lektor Kepala Universitas Nasional, Jakarta, Prof. Dr. I Made Adnyana, S.E. M.M. dalam paparannya menyampaikan, saat dunia menghadapi pandemi Covid 19, nilai neraca perdagangan Indonesia pada Maret 2020 mengalami surplus 743,4 juta dollar AS, dengan nilai ekspor 14,09 miliar dollar AS dan impor 13,35 miliar dollar AS.

“Angka surplus itu menggembirakan di tengah situasi saat ini yang tidak menentu,” kata Adnyana seraya menambahkan, bahwa neraca perdagangan selama Januari–Maret 2020 mengalami surplus 2,62 miliar dollar AS dengan nilai ekspor sebesar 41,79 miliar dollar AS dan impor 39,17 miliar dollar AS. Sehingga Januari–Maret 2020 kita masih surplus 2,62 miliar dollar AS.

 Baca Juga: Partai Pendukung Berubah Haluan, Aldi Taher dan Pasha Ungu Gagal Ikut Pilkada Sulteng

“Posisi ini masih jauh lebih bagus dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mengalami defisit 62,8 juta dollar,” sambung Adnyana.

Peneliti INDEF Abdul Manap Pulungan menambahkan, beberapa subsektor yang tumbuh positif di masa pandemi Covid 19 seperti industri makanan dan minuman, industri kimia, farmasi dan obat tradisional, serta industri logam dasar.

"Pasar kita memiliki ukuran daya saing yang sangat tinggi, menempati peringkat ketujuh terbesar di dunia ," jelas Abdul Manap.

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X