Ancam Kedaulatan Indonesia, Pemerintah Didesak Segera Mitigasi Dampak Negatif OTT Global

- 13 Agustus 2020, 07:19 WIB
Ilustrasi bendera Indonesia.* /Pixabay/ANDREAS_DANANG_A

PIKIRAN RAKYAT - Perkembangan ekonomi digital atau digital ecosystem yang terjadi di Indonesia pada dasarnya merupakan akibat dari semakin cepatnya proses perkembangan bisnis model over the top (OTT) global yang beroperasi di Indonesia, seperti Google, Facebook, dll.

Hanya saja, pada saat yang sama, perangkat institusi yang berwenang dalam membuat suatu instrumen hukum dalam bentuk regulasi dan produk institusi bagi industri digital di tanah air masih belum mampu menunjukkan kerja yang efisien.

Drmikian diungkapkan Ketua Umum Serikat Karyawan (Sekar) Telkom, Edward Simanjuntak, pada diskusi bertajuk Kedaulatan Jaringan Nasional dalam Mendukung Ketahanan Ekonomi yang Kokoh dan Berkelanjutan, di Bandung, Rabu 12 Agustus 2020.

Baca Juga: Daftar Harga Emas Hari Ini, Kamis 13 Agustus 2020: Antam Turun Harga di Kisaran Rp1.070.000 per Gram

Ia menilai, walaupun memiliki dampak positif yang besar, kehadiran OTT global juga membawa ancaman yang cukup besar terhadap perekonomian dan kedaulatan Indonesia.

"Indonesia harus mampu memitigasi dampak negatif dan memaksimalkan manfaat OTT global untuk perekonomian nasional," tuturnya.

Iklim keterbukaan dan perekonomian dengan sistem pasar bebas serta berbagai
langkah deregulasi yang ditempuh pemerintah (khususnya dibidang investasi, perpajakan, dan infrastruktur), menurut dia, harus mampu memberikan manfaat yang besar bagi perkembangan perekonomian nasional. Apalagi, besarnya potensi pasar Indonesia sudah menjadi daya tarik yang besar bagi pemodal, tak terkecuali pemain OTT global.

Baca Juga: Korban Tewas Covid-19 Tembus 750.000 Jiwa, Update Virus Corona di Dunia 13 Agustus 2020

"Gal yang juga harus diingat bahwa terbukanya ekonomi Indonesia dan masuknya pemain OTT global melalui akses keterhubungan digital juga menjadikan pasar Indonesia menjadi sasaran empuk bagi pemain OTT global untuk melebarkan sayap dan bisnisnya di tanah air," ujarnya.

Halaman:

Editor: Abdul Muhaemin


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X