Buka Rekening Bank Pertamanya saat Bergabung dengan Grab, Riyadi: Teknologi Dorong Inklusi Keuangan

- 6 Agustus 2020, 18:11 WIB
Logo Grab. /tangkap layar www.grab.com

PIKIRAN RAKYAT - Pemanfaatan teknologi terbukti mampu mendorong peningkatan inklusi keuangan. Hal tersebut salah satunya ditunjukkan hasil riset dari Center for Strategic and International Studies (CSIS) dan Tenggara Strategics terhadap 5.008 mitra Grab.

Riyadi Suparno, M.Sc, Direktur Eksekutif, Tenggara Strategics, menuturkan riset berhasil mengungkap kebijakan Grab yang mengharuskan seluruh mitra memiliki rekening bank ternyata mampu mendorong masyarakat untuk mengakses lembaga keuangan formal. Terungkap terdapat 19 persen mitra GrabBike dan 12 persen mitra GrabCar di Bandung membuka rekening bank pertamanya setelah bergabung dengan Grab.

Bahkan, kesempatan pemasukan yang ditawarkan Grab telah memungkinkan lebih banyak mitra untuk menabung secara rutin. 63 persen mitra pengemudi GrabBike dan 75 persen mitra pengemudi GrabCar sekarang rutin menabung di bank dengan rata-rata tabungan masing-masing Rp738 ribu hingga Rp1,6 juta.

Baca Juga: Turah Parthayana Dituding Lakukan Pelecehan Seksual, Begini Tanggapan Manajer

Selain itu, 67 persen dari mitra pengemudi GrabBike dan 85 persen mitra pengemudi GrabCar mengatakan bahwa mereka dapat meminjam uang dengan lebih mudah setelah bergabung dengan Grab, karena penyedia jasa keuangan lebih memercayai mereka. Hal ini memberi mereka kesempatan untuk mengajukan pinjaman agar dapat mengembangkan bisnisnya atau berinvestasi pada motor atau mobil baru.

“Penggunaan teknologi sangat penting untuk perkembangan ekonomi kedepan. Ditambah lagi dengan kehadiran platoform Grab menjadi dua kekuatan yang akan berdampak positif bagi perekonomian dan juga masyarakat,” katanya saat Peluncuran program #TerusUsaha di Jawa Barat (Jabar), Kamis 6 Agustus 2020.

Tidak hanya inklusi keuangan, Riyadi menuturkan, hasil riset juga menunjukkan bahwa kontribusi ekonomi pekerja lepas dan UMKM melalui platform digital Grab yang mencapai Rp10,1 triliun di Jabar.

Baca Juga: VIdeo Model Keturunan Uighur Sebelum Menghilang, Tunjukkan Kondisi Kamp Pengasingan yang Kumuh

Studi lainnya yang dilakukan pada Januari 2020 di Kota Bandung juga menemukan bahwa Grab tidak hanya menawarkan peluang ekonomi yang lebih baik bagi pekerja informal (yang merupakan 56,5 persen dari total tenaga kerja Indonesia), tetapi juga meningkatkan pertumbuhan bisnis kecil dan menciptakan lapangan pekerjaan di luar platform Grab, serta meningkatkan kualitas hidup mitra sebesar 11 persen.

Halaman:

Editor: Ari Nursanti


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X