Jika Industri Rokok Dimatikan, Guru Besar: Pemerintah Harus Siapkan Jutaan Lapangan Kerja Pengganti

- 4 Agustus 2020, 09:41 WIB
Ilustrasi rokok.
Ilustrasi rokok. /PIXABAY

Jika belum ada, jangan mematikan industri hasil tembakau nasional. Industri hasil tembakau nasional yang bernilai strategis harus dilindungi.

"Jika simplifikasi cukai dapat mematikan industri rokok nasional dan jika dengan cara yang lama, target penerimaan negara dari cukai rokok, tetap terpenuhi, menurut saya pemerintah sebaiknya tidak perlu melakukan simplifikasi atau penyederhanaan penarikan cukai, dari 10 tier menjadi 3 tier. Tetap pakai yang selama ini sudah berjalan dengan baik,” papar Chandra.

Baca Juga: Sempat Mengaku Diancam Dihabisi, dr. Tirta Segera Temui Jerinx di Bali

Chandra mengaku dia sendiri yakin Presiden Jokowi memiliki kepedulian dan perhatian terhadap keberlangsungan dan keberadaan industri hasil tembakau nasional

Sementara itu, pengurus Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Sahmihudin mengatakan, rencana penerapan SImplifikasi Penarikan Cukai tahun 2021 mendatang, dianggap merugikan pemerintah dan masyarakat secara keseluruhan.

Kebijakan itu, selain akan mengurangi pendapatan negara dari cukai rokok itu sendiri, konsumsi rokok ilegal dan murah di kalangan masyarakat justru akan meningkat.

Baca Juga: Diisukan Miliki Kekasih Baru Usai Berpisah dari Jedar, Richard Kyle Buka Suara Soal Putty Erwina

Sementara, perusahaan rokok skala kecil dan menengah diprediksikan akan berguguran. Jutaan petani tembakau dan buruh industri rokok akan kehilangan pekerjaan.

"Jalan yang terbaik, pemerintah tetap mempertahankan tata cara penarikan cukai yang selama ini sudah berlangsung dan memenuhi target," ujar Sahmihudin..

Berdasarkan analisisnya, rencana simplifikasi penarikan cukai hanya akan menguntungkan satu perusahaan rokok besar asing. Namun merugikan perusahaan rokok yang lainnya, khususnya perusahaan rokok menengah dan kecil. Saat ini terdapat sekitar 500 perusahaan rokok baik kecil besar maupun menengah.

Baca Juga: Toko Sepeda di Jerman Dikabarkan Tutup Usai Dagangannya Diborong oleh Warga Indonesia

Halaman:

Editor: Ari Nursanti


Tags

Artikel Pilihan

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

Purbalinggaku

#HarunaOut #SaveSTY

18 Januari 2022, 22:41 WIB
X