Jika Industri Rokok Dimatikan, Guru Besar: Pemerintah Harus Siapkan Jutaan Lapangan Kerja Pengganti

- 4 Agustus 2020, 09:41 WIB
Ilustrasi rokok. /PIXABAY

PIKIRAN RAKYAT - Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Brawijaya Prof Dr Chadra Fajri Ananda mengatakan, pemerintah saat ini tidak mungkin mematikan industri rokok nasional. Sebab, di situ ada jutaan tenaga kerja hidup dan bekerja di sektor ini.

"Kalau dipaksa untuk mematikan industri rokok nasional, maka pemerintah harus siap menyediakan lapangan kerja bagi petani tembakau dan buruh rokok.

Dalam kondisi resesi ekonomi seperti saat ini, pemerintah akan mengalami kesulitan untuk menyediakan lapangan kerja pengganti industri rokok," kata Chandra dalam keterangannya di Jakarta, Selasa 4 Agustus 2020.

Baca Juga: Tidak Hanya Covid-19, Rusia juga Disibukan dengan Serangan Parah 'Tornado Nyamuk'

Hal itu nenanggapi rencana pemerintah yang akan mengeluarkan simplifikasi penarikan cukai pada 2021. Salah satu turunan dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) adalah Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 77/02/ 2020 yang akan melakukan simplifikasi dan kenaikan cukai di tahun 2021

loading...

Menurut Chandra, jika pemerintah belum dapat menyediakan lapangan pekerjaan pengganti bagi jutaan tenaga kerja industri rokok, namun sudah mematikan industri hasil tembakau, pasti akan mendapatkan protes bertubi-tubi dari jutaan tenaga kerja yang kehilangan pekerjaannya.

Karena itu, ujar dia, RPJMN yang meniadakan industri hasil tembakau tidak mungkin dapat dilaksanakan.

Baca Juga: Berdamai dan Sepakat Lakukan Mediasi di Bali, Jerinx SID Beri 4 Syarat untuk dr Tirta

Memangnya sudah ada industri pengganti yang dapat menyerap jutaan tenaga kerja industri rokok, juga memberikan pemasukan ratusan triliunan rupiah bagi negara?

Halaman:

Editor: Ari Nursanti


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X