Tumbuh Pesat, Layanan Pesan Antar Diprediksi Lampaui Rp28 Triliun pada 2025

- 23 Juli 2020, 16:08 WIB
ILUSTRASI jasa pengiriman ojek online.* /ANTARA via Kabar Priangan

PIKIRAN RAKYAT - Pandemi Covid-19 merubah kebiasaan masyarakat Indonesia dalam memenuhi kebutuhan hidup. 

Saat ini banyak masyarakat yang memilih memanfaatkan layanan pesan antar, khususnya untuk makanan, dengan menggunakan ojek online (ojol)

Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan sejumlah negara maju, seperti Jeman, yang pemintaan layanan pesan antarnya justru melandai selama pandemi.

Baca Juga: Soal Peretasan Akun Tokoh Ternama, Twitter Sebut Hacker Mengakses DM dari Seorang Pejabat Belanda

Kebiasaan baru masyarakat Indonesia tersebut diprediksi akan terus bertahan walaupun pandemi Covid-19 telah berakhir nanti.

Sebuah studi yang dihimpun oleh Temasek dan Google menyebutkan bahwa pendapatan layanan pesan-antar makanan online di Indonesia dapat mencapai 20 miliar dolar Amerika Serikat (AS) pada 2025.

Jika dikonversikan terhadap mata uang rupiah, nilainya diperkirakan akan mencapai Rp28,12 triliun (US$1 = Rp14.604 kurs).

Baca Juga: AS Punya Rencana Matang Kalahkan China di Pasifik
Pada 2018 omzet layanan pesan antar ini diperkirakan baru mencapai 2 miliar dolar AS atau Rp3,3 triliun. Studi Temasek dan Google ini dilakukan berdasarkan perilaku konsumen di dua perusahaan ride hailing yaitu Gojek dan Grab.

Muhamad Arif (37), pengemudi ojol, mengatakan, saat ojol dilarang membawa penumpang, layanan pesan antar inilah yang menjadi tumpuan harapan pengemudi ojol. Padahal, menurut dia, beban layanan pesan antar sangat besar.

"Layanan pesan antar ojol mungkin terlihat enteng, tetapi sebenarnya sulit untuk di lakukan, butuh keahlian khusus," tuturnya, di Bandung, Kamis, 23 Juli 2020.

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X