Adaptasi Kebiasaan Baru, Pebisnis Harus Siap 'Nombok'

- 19 Juli 2020, 11:03 WIB
Peresmian Tititik, coworking space milik Bandung Initiative Movement (BIM), Jl Cihampelas No 200, Bandung, Sabtu, 19 Juli 2020 sore. /Pikiran-rakyat.com/Ai Rika Rachmawati

PIKIRAN RAKYAT – Pebisnis dalam adaptasi kebiasaan baru (AKB) ini harus siap 'nombok' dan terus menemukan model bisnis baru. 

Demikian dikatakan Ridwansyah Yusuf, Anggota Dewan Eksekutif Tim Akselerasi Percepatan Pembangunan Jawa Barat dalam peresmian Tititik, coworking space milik Bandung Initiative Movement (BIM), Jl Cihampelas No 200, Bandung, Sabtu, 19 Juli 2020 sore. 

Menurut dia, komunitas startup dan bisnis seperti BIM tak boleh hanya siap untung. Apalagi pandemi telah merubah banyak tatanan. 

 Baca Juga: 4 Wanita Korban Penembakan, 7 Remaja Dieskekusi Mati Orang Misterius saat Jalan-jalan di Dekat Danau

"Masa sekarang ini membentuk mental pebisnis sesungguhnya. Kita tidak akan kembali ke kondisi sebelumnya, maka kita dalam AKB ini juga harus adaptasi bisnis baru," katanya dalam peresmian secara offline dan online tersebut. 

Dia menjelaskan, sekalipun punya uang, orang akan khawatir jika harus berwisata ke Bali, misalnya.

Maka, startup dan pebisnis harus menemukan model bisnis yang membuat bisnis tetap bertahan bahkan mendulang untung.

Baca Juga: Praktikum Tersendat, Pandemi Covid-19 Dinilai Turunkan Mutu Pembelajaran Mahasiswa

"Karena itu saya menyambut baik BIM yang sediakan coworking gratis untuk anggotanya. Karena dengan bergaul sesama pengusaha, itu mental akan kuat. Jangan sampai sekali dua kali gagal langsung mundur, padahal sukses tinggal selangkah lagi. Jadi, komunitas itu penting," sambung staff khusus Gubernur Jabar Ridwan Kamil itu. 

Nur Islami Javad, Cofounder BIM menjelaskan, coworking itu gratis untuk anggotanya selama sudah teregistrasi di laman utama mereka yang juga diresmikan kemarin.

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X