Tertinggi di Indonesia, Konsumsi Listrik Industri Farmasi Jabar Alami Lonjakan

- 13 Juli 2020, 17:20 WIB
ILUSTRASI listrik, PLN, gardu listrik.* /PIXABAY

PIKIRAN RAKYAT - Konsumsi listrik industri farmasi di Jawa Barat (Jabar) pada Juni 2020 naik 14,88% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kondisi tersebut tidak terlepas dari dampak pandemi Covid-19 dalam mendorong lonjakan permintaan produk farmasi.

Demikian diungkapkan Manager Komunikasi PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jabar, Iwan Ridwan, melalui siaran pers yang diterima Senin 13 Juli 2020. 

Berdasarkan data PLN UID Jabar, pada Juni 2020, total konsumsi 102 pelanggan industri farmasi/obat/kesehatan dengan daya di atas 200 kilo Volt Ampere (kVA) yang beroperasi di wilayah kerjanya mencapai 178 juta kilo Watt hours (kWh).

Baca Juga: Tekan Penyebaran Covid-19, Jokowi Minta Terapkan 3T di 8 Provinsi

"Ada peningkatan konsumsi sekitar 23,1 juta kWh dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya," tutur Iwan. 

loading...

Berdasarkan data terakhir dari Badan Pusat Statistik (BPS) Jabar, ada 76 industri farmasi yang beroperasi di wilayah Jabar. Jumlah tersebut merupakan yang tertinggi di Indonesia

Selain sektor farmasi, menurut dia, ada dua sektor lain yang juga mengalami peningkatan konsumsi listrik. Kedua sektor tersebut adalah industri keramik/kaca/gelas serta industri kertas. 

Baca Juga: Bioskop di Jabar Belum Boleh Dibuka, Ridwan Kamil Singgung Soal Cepatnya Penyebaran Virus Corona

Dari 18 pelanggan pabrik keramik/kaca/gelas yang beroperasi di wilayah PLM UID Jabar, terjadi kenaikan pemakaian listrik sebesar mencapai 4,2 juta kWh. Jika dibandingkan konsumsi Juni 2019 yang mencapai 74,8 juta kWh, terjadi peningkatan konsumsi sekitar 5,65%. 

Halaman:

Editor: Abdul Muhaemin


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X