BEI Catat Frekuensi Perdagangan Tertinggi di ASEAN pada 2019

- 30 Juni 2020, 17:50 WIB
SEORANG karyawan beraktivitas di dekat tayangan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, beberapa waktu lalu.* /ANTARA

PIKIRAN RAKYAT – Bursa Efek Indonesia membukukan frekuensi perdagangan tertinggi di ASEAN sepanjang tahun 2019.

Pada tahun tersebut, BEI telah berhasil membukukan pendapatan usaha sebesar Rp1,56 triliun atau meningkat 12,4% dari pendapatan usaha di tahun 2018 yakni Rp1,38 triliun.

Hal itu disampaikan Direktur Utama BEI Inarno Djajadi usai melaksanakan Rapat Umum Pemegang Sahan Tahunan BEI  di Jakarta, 30 Juni 2020.

Baca Juga: Zaman Dulu Sepeda Kena Pajak, Warga Sampai Kucing-kucingan Hindari Hansip

"Sepanjang tahun 2019 BEI berhasil menjamin terselenggaranya aktivitas perdagangan berjalan dengan lancar dan mampu meningkatkan berbagai pencapaian dari tahun sebelumnya, mulai dari peningkatan jumlah dan partisipasi investor, peningkatan kuantitas dan kualitas Perusahaan Tercatat, peningkatan frekuensi perdagangan tertinggi di ASEAN, serta peningkatan kapasitas Anggota Bursa dan perluasan Partisipan" tutur dia.

Inarno mengatakan, BEI berhasil menjadi bursa yang mencapai jumlah frekuensi transaksi harian saham tertinggi di kawasan ASEAN.

loading...

Pada 2019, rata-rata transaksi harian BEI mencapai 469 ribu transaksi per hari. Angka tersebut lebih unggul dari Thailand yakni 308 ribu transaksi per hari. 

 Baca Juga: Disebut Laris Manis, Begini Kabar Bisnis Kuliner Bek Persib Nick Kuipers di Kota Bandung

BEI juga telah memfasilitasi 76 pencatatan efek baru sepanjang 2019. Hal itu terdiri dari 55 Perusahaan Tercatat, pencatatan 14 Exchange Traded Fund (ETF), 2 Efek Beragun Aset (EBA), 2 Perusahaan Penerbit Obligasi Baru, 2 Dana Investasi Real Estat (DIRE) dan 1 Dana Investasi Infrastruktur (DINFRA). 

"Ini merupakan angka pencatatan tertinggi di ASEAN," tuturnya 

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X