Prediksi Ekonomi Dunia akan Masuk Resesi, Jokowi Minta 'Gas dan Rem' dalam Pengendalian Covid-19

- 30 Juni 2020, 11:44 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat memimpin rapat terbatas terkait antisipasi kebakaran hutan di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa 23 Juni 2020. /ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

PIKIRAN RAKYAT - Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali mengingatkan akan ancaman resesi yang sudah menghantui ekonomi dunia akibat pandemi Covid-19.

Lewat kunjungan kerjanya ke Kota Semarang, Jawa Tengah pada Selasa, 30 Juni 2020, Jokowi menyebut kondisi supply, demand hingga produksi Tanah Air sudah terganggu.

"Saya titip, yang kita hadapi ini bukan hanya krisis kesehatan, tapi juga ekonomi. Karena kalau kita lihat, demand terganggu, supply terganggu, produksi terganggu," ucap Jokowi, saat menyampaikan pengarahan terkait Penanganan Covid-19 bersama Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Baca Juga: Presiden Jokowi: Jangan Berani Terapkan New Normal Jika Tak Didukung Data Science, Jangan Dipaksakan

Dalam kesempatan itu pula, Jokowi mengungkapkan bahwa Indonesia sudah harus bersiap menghadapi kontraksi ekonomi yang melaju ke arah minus pada kuartal kedua 2020.

"Kuartal pertama kita masih tumbuh 2,97 persen. Tapi di kuartal kedua kita khawatir, sudah berada di posisi minus," lanjut Jokowi.

Untuk menghadapinya, Jokowi pun meminta pemerintah daerah, khususnya di wilayah Jawa Tengah, untuk mengatur 'gas' dan 'rem' dalam upaya penanganan Covid-19.

Baca Juga: Harga Remdesivir untuk Covid-19 Meroket, Bisa Capai Rp 33 Juta Sekali Pengobatan

"Gas dan remnya itu betul-betul diatur, jangan sampai melonggarkan tanpa kendali rem. Ekonomi bagus tapi (kasus, red) Covid naik, bukan itu yang kita inginkan," pinta Jokowi.

Halaman:

Editor: Agil Hari Santoso


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

Galamedia News

Cadangan Uang

9 Juli 2020, 21:17 WIB
X