Intervensi Serius Harus Dilakukan agar Tidak Terjadi Krisis Ekonomi

- 28 Juni 2020, 12:12 WIB
WEBINAR Strategi Pemulihan Ekonomi Dalam Era Tatanan Baru Pascapandemi Covid-19 .
WEBINAR Strategi Pemulihan Ekonomi Dalam Era Tatanan Baru Pascapandemi Covid-19 . /DOK. UNPAD

PIKIRAN RAKYAT - INTERVENSI serius harus dilakukan agar perekonomian bangsa ini tidak berujung pada situasi yang lebih buruk. Kolaborasi pemerintah dan akademisi perguruan tinggi menjadi salah satu kunci penting perumusan strategi pemulihan ekonomi.

Demikian ditegaskan Rektor Universitas Padjadjaran Prof Dr Rina Indiastuti pada Webinar Strategi Pemulihan Ekonomi Dalam Era Tatanan Baru Pascapandemi Covid-19 : Perspektif Ekonomi dan Sosial yang merupakan Kerjasama Universitas Padjadjaran dan Kemenko Perekonomian Jumat 26 Juni 2020.

Di sisi lain, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang juga menjadi narasumber seminar web tersebut menyebut  bahwa era new normal memberi harapan buat ekonomi Indonesia. Sebab grafik indikator dini pada pertengahan Juni dalam aktivitas ekonomi pada beberapa sektor mengalami kenaikan.

Baca Juga: Persib dalam Sejarah: Kisah Mes Persib Dibobol Maling, Kerugian Capai Puluhan Juta

Pada seminar daring yang melibatkan banyak kalangan tersebut, Rina Indiastuti menawarkan konsep yang tidak harus mendikotomikan pendekatan berbasis ekonomi atau kesehatan. Salah satu konsep yang disebut Rina adalah menyeimbangkan antara hidup sehat (live) dengan penghidupan (livelihood). "Sehat adalah hak asasi setiap manusia, tapi kalau semua terlalu difokuskan pada kesehatan juga saat ini akan berat. Keseimbangan ini penting tapi memang tidak mudah dilaksanakan," ungkapnya.

Ia menyinggung data dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang bahkan memprediksi pertumbuhan ekonomi nasional akanl terkontraksi pada kisaran minus 4%-7% pada kuartal II 2020. “Maka, bila tidak diintervensi berpotensi membawa perekonomian nasional ke dalam situasi yang lebih buruk. Oleh karenanya, strategi khusus untuk membangkitkan kembali geliat ekonomi nasional di masa era tatanan baru harus dirumuskan dengan presisi,” ujar Rina Indiastuti.

Baca Juga: Di Tengah Panasnya Suasana Pembakaran Bendera, PDIP Jabar Justru Kian Semangat Gelar Baksos

Kalau triwulan II pertumbuhan diprediksi negatif dan kita tidak bersemangat memanfaatkan stimulus yang ada, ia  mengkhawatirkan pada triwulan III juga akan tumbuh negatif. “Bila dalam dua triwulan negatif maka semua pihak harus hati-hati karena berpotensi masuk dalam resesi ekonomi,” katanya menegaskan.

Keseimbangan paradigma pemulihan ekonomi dan kesehatan tersebut dapat diraih, ia menambahkan, di antaranya dengan memanfaatkan berbagai stimulus ekonomi yang telah digelontorkan pemerintah untuk masyarakat. Namun, hal tersebut harus dilakukan dengan tetap mempertimbangkan protokol kesehatan. "Kalau angka pengangguran sekarang sudah sampai 10 juta orang, ini enggak main-main. Stimulus pemerintahlah yang diharapkan bisa digunakan untuk mengurangi pengangguran," ucapnya.

Baca Juga: Lulusannya Sudah Ada yang Diterima di PTN, Ida : Alhamdulillah Lulus 100 Persen

Halaman:

Editor: Syamsul Bachri


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X