Pasar dan Mal Buka di Era New Normal, Kurs Rupiah Hari Ini Menguat Lagi

- 16 Juni 2020, 17:19 WIB
SUASANA mal Bandung Indah Plaza, pada hari pertama dibuka selama pandemi Covid-19, di Jalan Merdeka, Kota Bandung, Senin, 15 Juni 2020. Pusat perbelanjaan di Kota Bandung kini kembali dibuka setelah tutup selama pandemi Covid-19, dengan menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus corona.*
SUASANA mal Bandung Indah Plaza, pada hari pertama dibuka selama pandemi Covid-19, di Jalan Merdeka, Kota Bandung, Senin, 15 Juni 2020. Pusat perbelanjaan di Kota Bandung kini kembali dibuka setelah tutup selama pandemi Covid-19, dengan menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus corona.* /Pikiran-rakyat.com/ADE BAYU INDRA

PIKIRAN RAKYAT - Nilai tukar (kurs) rupiah hari ini, Selasa, 16 Juni 2020 sore, yang ditransaksikan antarbank menguat lagi.

Setelah menguat kemarin karena sejumlah faktor, kali ini rupiah didongkrak pasar dan mal yang buka lagi, terutama di DKI Jakarta pada fase Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi.

Rupiah hari ini ditutup menguat 25 poin atau 0,18 persen menjadi Rp14.090 per dolar AS dari sebelumnya Rp 14.115 per dolar AS, demikian dilaporkan Antara.

Baca Juga: Cegah Penularan Covid-19 di Sekolah, Plt Bupati Indramayu : Rapor Diambil hanya Oleh Orang Tua Saja

Menurut Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi, dengan telah dibukanya pasar, mal, dan perkantoran di DKI Jakarta, pemerintah semakin percaya diri.

“Bahwa ekonomi akan kembali berjalan dan penjualan ritel akan kembali ramai, sehingga roda perekonomian kembali berputar dan ini akan menambah kepercayaan pasar pasca-PSBB," kata dia di Jakarta.

Ibrahim berpendapat, naiknya kurs rupiah tidak terlalu terpengaruh intervensi Bank Indonesia, namun terdorong komentar bank sentral Amerika Federal Reserve (Fed) yang positif.

Baca Juga: Pemkab Sumedang Tanam 1.000 Pohon di Pesisir Waduk Jatigede, Wakil Bupati: Tolong Dirawat

"Sehingga membawa angin segar bagi aliran modal asing kembali masuk ke pasar dalam negeri, terutama pasar obligasi dan SUN," ujar Ibrahim.

The Fed memperluas pembelian surat utang korporasi yang semula hanya di pasar primer, kini juga dilakukan di pasar sekunder, dengan anggaran hingga 750 miliar dolar AS.

Rupiah pada pagi hari dibuka menguat di posisi Rp 14.078 per dolar AS. Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp 14.048 per dolar AS hingga Rp 14.105 per dolar AS.

Baca Juga: Dokumentasikan Mesum dengan PSK di Bawah Umur, Buronan FBI Medlin Diduga Alami Kelainan Mental

Sementara itu kurs tengah Bank Indonesia pada Selasa menunjukkan, rupiah menguat menjadi Rp 14.155 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp 14.228 per dolar AS.***

Editor: Gita Pratiwi

Sumber: Antara


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X