Garuda Indonesia Tolak Kenaikan Harga Tiket Pesawat yang Diminta Kemenhub: Tidak Adil

- 13 Agustus 2022, 07:58 WIB
Ilustrasi pesawat Garuda Indonesia.
Ilustrasi pesawat Garuda Indonesia. /Pixabay/Nel Botha

PIKIRAN RAKYAT - Garuda Indonesia telah terkenal sebagai salah satu maskapai penerbangan di Indonesia, yang dimiliki langsung oleh Kementerian BUMN.

Garuda Indonesia baru-baru ini menanggapi rencana Menteri Perhubungan yang mengizinkan kenaikan harga tiket pesawat maksimal 15 persen.

Meski ada kenaikan harga bahan bakar, Garuda Indonesia menyatakan tidak akan mengubah harga tiket pesawat kelas ekonomi domestik, sebagaimana diperintahkan oleh Menhub.

Diketahui, perintah membuat kenaikan harga tiket pesawat tercantum dalam Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 142 Tahun 2022 tentang Besaran Biaya Tambahan (Surcharge) yang Disebabkan Fluktuasi Bahan Bakar (Fuel Surcharge) Tarif Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri.

Baca Juga: Skenario Terbongkar! Mahfud MD Bongkar Ferdy Sambo Sempat Nangis-Nangis ke Kompolnas dan...

Dalam aturan terbaru Kemenhub, maskapai penerbangan diperbolehkan menaikkan harga tiket untuk jenis pesawat jet dengan maksimal 15 persen dari tarif batas atas.

Sedangkan, kenaikan harga tiket untuk jenis pesawat propeller diijinkan mencapai 25 persen dari tarif batas atas.

Dengan aturan itu, Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Irfan Setiaputra menyebut keputusan pihaknya adalah dengan tidak menaikkan harga tiket pesawat, yang diambil berdasarkan pertimbangan mendetail.

Setelah mengulas terkait harga bahan bakar pada umumnya, Garuda Indonesia merasa tidak adil dengan menaikkan harga tiket pesawat kelas ekonomi domestik.

Baca Juga: Viral Keluhan Paspor Indonesia Ditolak Masuk Jerman, Ditjen Imigrasi Minta Maaf dan Siap Tindaklanjuti

Terlebih, harga bahan bakar pesawat diklaim sudah mulai menurun di pasar internasional, sehingga Garuda Indonesia merasa tidak akan menuruti perintah Menhub itu.

"Sekarang kita lagi review, ini kelihatannya harga avtur menurun. Kan tidak adil dong harga avtur menurun, Garuda naikkan karena ada aturan Menteri Perhubungan," kata Irfan menjelaskan dalam pernyataan terbarunya, dikutip Pikiran-Rakyat.com dari Antara News.

Lebih lanjut, Irfan menyatakan keberpihakan Garuda Indonesia adalah pada penumpang.

Bahkan, harga tiket Garuda Indonesia sudah terbilang tinggi, lebih dari maskapai lainnya di Indonesia.

Untuk itu, kenaikan harga tiket pesawat dinilai hanya akan menjadi tidak efektif bagi keberlangsungan operasional.***

Editor: Tita Salsabila


Tags

Artikel Pilihan

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network