PM Italia Bongkar 'Persekutuan' Jerman dan Rusia soal Gas dan Rubel

- 12 Mei 2022, 10:35 WIB
Ilustrasi: Mata uang Rusia, Rubel.
Ilustrasi: Mata uang Rusia, Rubel. /Pixabay/ulianapinto

PIKIRAN RAKYAT - Perdana Menteri Italia, Mario Draghi menduga jika Jerman 'bersekutu' dengan Rusia terkait pembayaran gas. Dia mengeklaim bahwa Berlin telah membayar pasokan gas Rusia di bawah skema yang diusulkan oleh Moskow.

Sehari sebelumnya, perusahaan gas Jerman VNG bermaksud untuk mentransfer Euro ke Gazprombank untuk konversi lebih lanjut menjadi Rubel dan pembayaran untuk gas.

Terkait hal itu, Jerman VNG mengatakan bahwa pihaknya mengambil semua tindakan yang diperlukan sesuai dengan undang-undang sanksi untuk memastikan pasokan gas ke Jerman dan stabilitas ekonomi negara itu.

"Tidak ada yang mengatakan apakah pembayaran rubel melanggar sanksi. Ini adalah wilayah abu-abu," kata Mario Draghi.

Baca Juga: Bakal Dibuat Sekuelnya, Simak Sinopsis Drama Romantis Crazy Rich Asians

Baca Juga: Siaga Penyebaran Hepatitis Akut Misterius Dinkes Kota Bandung Menyiagakan 280 Faskes

"Importir gas terbesar - Jerman - telah membayar dalam Rubel. Dan sebagian besar importir telah membuka rekening dalam Rubel," kata Draghi melanjutkan pada konferensi kepada wartawan Italia selama kunjungan ke Amerika Serikat.

Dia juga menyatakan keyakinannya bahwa pembayaran untuk gas Rusia akan terus berlanjut.

Pada awal Mei, perdana menteri Italia mengumumkan bahwa Roma akan mengikuti instruksi Komisi Eropa tentang masalah pembayaran pasokan bahan bakar dan menunggu penjelasan hukum dari Brussel.

Sebelumnya, "Operator GTS Ukraina" menangguhkan transit melalui GIS "Sokhranivka" dan stasiun kompresor "Novopskov", hanya menyisakan satu pintu masuk untuk pasokan bahan bakar ke Eropa.

Halaman:

Editor: Ikbal Tawakal

Sumber: ria.ru

Tags

Artikel Pilihan

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network