Dukung UMKM AGRI di Tengah Pandemi, Bank Indonesia Jawa Barat Launching Media Pemasaran UMKM Binaan

- 5 Juni 2020, 20:57 WIB
Bank Indonesia Jabar memperkenalkan salah satu klaster binaan yang telah mampu melakukan inovasi teknologi digital secara mandiri melalui media pemasaran website www.jualsayuran.com dan aplikasi android jualsayuran.com, Jumat 05 Juni 2020. /DOK. BANK INDONESIA

PIKIRAN RAKYAT - Pandemi Covid-19 yang diiringi dengan penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 telah menyebabkan perubahan perilaku masyarakat yang lebih digital (digital life style) dan lebih memperhatikan kesehatan serta keselamatan dalam berbagai aspek dalam tatanan kehidupan baru, yaitu fase new normal.

Salah satu perubahan yang terjadi adalah inovasi dan pemanfaatan teknologi digital yang meningkat begitu cepat dalam berbagai sektor ekonomi, diantaranya sektor pertanian.

Hal ini tentunya merupakan tantangan sekaligus peluang bagi berbagai para pelaku usaha di sektor pertanian dalam melakukan pengembangan bisnisnya.

Dalam fase new normal ini, pelaku usaha sektor pertanian sebagai sektor tumpuan utama masyarakat Indonesia dalam memenuhi kebutuhan pangan (food security) sekaligus memegang peran penting dalam penghidupan sebagian besar masyarakat Indonesia dituntut untuk semakin kreatif dan inovatif memanfaatkan teknologi berbasis digital dalam menjalankan setiap rantai kegiatan bisnisnya.

Baca Juga: Hari Pertama Wisata Pangandaran Dibuka, Pengunjung Jalani Rapid Test Covid-19

Dengan demikian, keberadaan inovasi teknologi digital diharapkan dapat mendukung pembangunan pertanian yang optimal menuju terwujudnya kemandirian dan daya saing bangsa Indonesia dalam era globalisasi.

Sejalan dengan semangat kita bersama untuk senantiasa mengendalikan penyebaran virus Covid-19 namun dengan tetap mendukung keberlangsungan bergeraknya perekonomian masyarakat. “Kill The Virus, but Not The Economy”.

Oleh karena itu, sebagai upaya tetap menjaga gerak perekonomian negeri di tengah pandemi, dan sejalan dengan tugas sebagai bank sentral dalam memelihara kestabilan harga melalui pengembangan ekonomi dan penasehat (advisor) kebijakan kepada kepala daerah, Bank Indonesia Jawa Barat secara aktif mengembangkan program pengembangan klaster dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) ketahanan pangan.

Baca Juga: Tanggul Jebol, Ribuan Rumah Warga Eretan Terendam Banjir Rob

Klaster dan UMKM ketahanan pangan ini menjadi prioritas dikarenakan pada saat pandemi Covid-19, UMKM yang bergerak di bidang ketahanan pangan terbukti menjadi penyangga pergerakan ekonomi domestik.

Di sektor ini, produksi tetap berlimpah namun dalam proses distribusi, memerlukan strategi dan inovasi khusus sehubungan dengan penerapan protokol kesehatan dalam kondisi new normal.

Strategi dan inovasi disusun untuk tetap menjaga pasokan pangan yang cukup kepada masyarakat, dan pengendalian harga pangan.

Sejalan dengan hal tersebut, pada Jumat 05 Juni 2020, Bank Indonesia Jawa Barat secara resmi memperkenalkan salah satu klaster binaan yang telah mampu melakukan inovasi teknologi digital secara mandiri melalui media pemasaran website www.jualsayuran.com dan aplikasi android jualsayuran.com.

Baca Juga: 30.000 Santri Siap Masuk Pondok Pesantren di Ciamis, Sejumlah Syarat Harus Terpenuhi

Hal ini merupakan suatu prestasi yang luar biasa yang digagas oleh kelompok petani muda dengan nama “Agri Muda” yang merupakan bagian dari Gapoktan “Lembang Agri”, peraih Juara 1 Klaster Championship Bank Indonesia Tahun 2018 dan Juara 1 Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) Terbaik Tingkat Nasional pada tahun 2019.

Bukan hanya menghasilkan komoditi dengan kualitas ekspor seperti brokoli, buncis, buncis kenya dan lettuce head, namun Gapoktan Lembang Agri juga menghasilkan berbagai inovasi pemanfaatan teknologi yang terus dikembangkan untuk mendukung kegiatan digital farming baik dari sisi hulu dan hilir guna memberikan kemudahan masyarakat dalam mengakses bahan pangan.

Demikian halnya dalam proses pemasaran yang dilakukan melalui platform e-commerce yang dibangun oleh Gapoktan “Lembang Agri” melalui website dan aplikasi android ini juga mendukung implementasi transaksi non tunai di masyarakat yang sangat adaptif di era “New Normal” ini dan berkontribusi terhadap percepatan digitalisasi ekonomi dan keuangan di Indonesia yang juga menjadi salah satu program Bank Indonesia.

Baca Juga: Berikut Protokol bagi 12 Sektor saat PSBB Transisi yang Diterapkan Pemprov DKI Jakarta


Dengan diselenggarakannya peluncuran media pemasaran Gapoktan “Lembang Agri” melalui peluncuran website www.jualsayuran.com dan aplikasi android jualsayuran.com ini diharapkan menjadi contoh dan sebuah momentum bagi kebangkitan UMKM lainnya khususnya di wilayah Jawa Barat.

Hal ini tentunya sejalan dengan program Bank Indonesia yaitu membangun “New UMKM” yang tumbuh berdaya saing, digital dan berkontribusi optimal pada pertumbuhan ekonomi. Namun tentunya, kemajuan ini bukan berarti kesempurnaan.

Harapan kami dengan adanya pemanfaatan teknologi digital oleh Gapoktan “Lembang Agri” dapat menghasilkan suatu sinergi antar klaster dan lebih luas lagi antar UMKM dalam mendorong Jawa Barat menjadi sentra hortikultura di Indonesia.

Namun kami menyadari bahwa sinergi antar lembaga dan instansi akan memberikan dampak yang maksimal bagi pengembangan sektor riil melalui pengembangan klaster dan UMKM.

Baca Juga: Pebalap Muda ini Naik Kasta ke MotoGP, Gantikan Posisi Jack Miller di Ducati Pramac

Berkenaan dengan hal tersebut, kami berkomitmen bersama-sama pemerintah daerah dan akademisi akan terus menghasilkan klaster ketahanan pangan yang handal bukan saja berprestasi tetapi memiliki daya tahan terhadap perubahan global yang terjadi.

Sekali lagi, hal ini sejalan dengan semangat kita bersama untuk senantiasa mengendalikan penyebaran virus Covid-19 namun dengan tetap mendukung keberlangsungan bergeraknya perekonomian masyarakat. “Kill The Virus, but Not The Economy”.***

Editor: Rahmad Maulana


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X