BI Dorong UMKM Manfaatkan Teknologi Digital untuk Pengembangan Bisnis

- 5 Juni 2020, 16:07 WIB
UMKM didorong untuk memanfaatkan teknologi digital untuk pengembangan usahanya.* /YULISTYNE KASUMANINGRUM/

PIKIRAN RAKYAT - Pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) didorong untuk memanfaatkan platform digital untuk pengembangan usahanya di tengah tatanan baru saat ini. Hal tersebut seiring terjadinya perubahan perilaku masyarakat yang didorong pandemi Covid-19.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Barat Herawanto mengatakan, pandemi Covid-19 yang diiringi dengan penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 menyebabkan perilaku masyarakat menjadi yang lebih digital (digital life style). Selain itu, masyarakat juga semakin memperhatikan kesehatan serta keselamatan dalam berbagai aspek

Hal tersebut tentunya memunculkan tantangan sekaligus peluang bagi berbagai para pelaku usaha. Termasuk di sektor pertanian dalam melakukan pengembangan bisnisnya. Oleh karena itu, pihaknya terus mendorong UMKM mengadaptasi perubahan yang terjadi dengan memanfaatkan teknologi dan terjun ke ekonomi digital.

Baca Juga: Di Tengah Pandemi Covid-19, 6 Mahasiswa Diketahui Sering Pesta Narkoba

“Pelaku usaha sektor pertanian sebagai sektor tumpuan utama masyarakat Indonesia dalam memenuhi kebutuhan pangan (food security), sekaligus memegang peran penting dalam penghidupan sebagian besar masyarakat Indonesia dituntut untuk semakin kreatif dan inovatif memanfaatkan teknologi berbasis digital dalam menjalankan setiap rantai kegiatan bisnisnya,” katanya disela Virtual Launching jualsayuran.com, Jumat 5 Juni 2020.

Pemanfaatan teknologi digital, lanjutnya, juga menjadi solusi dari permasalahan proses distribusi yang mengalami tekanan akibat pandemi. Sehingga diharapkan dengan solusi digital, proses produksi di hulu tetap berjalan dengan baik.

Baca Juga: Anak-anak di Cimahi Terpaksa Ikut Swab Test, Ada Yang Menangis Hingga Geli

“Di sektor ini, produksi tetap berlimpah namun dalam proses distribusi, memerlukan strategi dan inovasi khusus sehubungan dengan penerapan protokol kesehatan dalam kondisi new normal. Strategi dan inovasi disusun untuk tetap menjaga pasokan pangan yang cukup kepada masyarakat dan pengendalian harga pangan,” katanya.

Salah satu implementasi dukungan tersebut, Herawanto mengatakan, BI Jabar memperkenalkan inovasi pemasaran digital www.jualsayuran.com dan aplikasi android jualsayuran.com dari salah satu klaster binaannya. Platform tersebut digagas oleh kelompok petani muda dengan nama “Agri Muda” yang merupakan bagian dari Gapoktan “Lembang Agri”.

Baca Juga: Jasa Pijat pun Kena Imbas Covid-19, Banting Tarif hingga Setengahnya

Gapoktan ini menghasilkan komoditi dengan kualitas ekspor seperti brokoli, buncis, buncis kenya dan lettuce head. Selain itu, juga menghasilkan berbagai inovasi pemanfaatan teknologi yang terus dikembangkan untuk mendukung kegiatan digital farming baik dari sisi hulu dan hilir guna memberikan kemudahan masyarakat dalam mengakses bahan pangan. ***

Editor: Syamsul Bachri


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X