Jadi Syarat bagi Penumpang, Bos Garuda Keluhkan Tes PCR COVID-19 Lebih Mahal dari Tiket Pesawat

- 3 Juni 2020, 11:27 WIB
Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Irfan Setiaputra menjadi narasumber diskusi bertema Semangat Baru Garuda di Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat 24 Januari 2020. Diskusi tersebut membahas langkah-langkah kedepan komisaris dan direksi baru dalam membenahi Garuda Indonesia. /ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

PIKIRAN RAKYAT - Mahalnya harga tes polymerase chain reaction (PCR) untuk tes COVID-19 sebagai bagian dari syarat bebas COVID-19 untuk penumpang pesawat dikritik bos Garuda Indonesia.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengeluhkan tes Polymerase chain reaction (PCR) lebih mahal ketimbang tiket pesawat.

Baca Juga: Asuransi TRIPA Manjakan Nasabah dengan Mobile Apps Tripa Smart 2.0

PCR test yang 2,5 juta dan beberapa sudah menurunkan harganya, itu lebih mahal daripada biaya bepergian khususnya lokasi yang berdekatan, seperti Jakarta-Surabaya.

Jadi, apalagi kalau bepergian tujuh hari yang berarti harus PCR dua kali dan biayanya harus Rp5 juta.

loading...

Baca Juga: Tak Ada Indikasi Aktor Dwi Sasono Terlibat Jaringan Pengedar Narkoba, Polisi: Hanya Konsumsi Sendiri

Padahal perjalanan bolak balik hanya Rp1,5 juta,” kata Irfan dalam webinar yang bertajuk “Kolaborasi Merespon Dampak Pandemi COVID-19 dan Strategi Recovery pada Tatanan Kehidupan Normal Baru di Sektor Transportasi” di Jakarta, Selasa 2 Juni 2020.

Pasalnya, surat keterangan bebas COVID-19 yang dibuktikan tes PCR merupakan syarat wajib bagi calon penumpang untuk bisa melakukan penerbangan.

Baca Juga: Baca Meter Mandiri Masih Berlaku, PLN : Foto kWh, Kirim ke Whatsapp

Halaman:

Editor: Ari Nursanti

Sumber: Antara


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X