Saat Ramadan dan Lebaran 2020 Inflasi Malah Rendah, Suhariyanto : Hanya Sebesar 0,07 Persen

- 2 Juni 2020, 13:33 WIB
ILUSTRASI barang belanjaan.* /PIXABAY

PIKIRAN RAKYAT - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, Indeks Harga Konsumen Indonesia Mei 2020 mengalami inflasi rendah sebesar 0,07 persen. Kelompok bahan makanan bahkan mengalami deflasi meskipun bertepatan dengan Ramadan dan Idul Fitri 2020.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, pola inflasi ini berbeda dengan Ramadan dan Idul Fitri tahun sebelumnya. Dari 90 kota yang disurvey IHK oleh BPS, terdapat 23 kota mengalami deflasi pada April 2020.

“Kita semua menyadari bahwa Covid-19 menyebabkan pola inflasi Ramadan dan Lebaran berbeda jauh dengan tahun sebelumnya. Biasanya inflasi pada Ramadan meningkat, tapi kali ini terjadi situasi yang tidak biasa,”ujar dia saat konferensi pers secara virtual, Selasa 2 Juni 2020.

Baca Juga: Benda Menyerupai Bom Ditemukan di Warung Makan Wilayah Cikampek

Dia mengatakan, kelompok makanan mengalami deflasi -0,32 persen dengan andil -0,08 persen. Hal itu disebabkan adanya penurunan beberapa bahan makanan pokok, seperti cabai merah, telur ayam ras, bawang putih, cabai rawit, bawang bombay, dan gula  putih. Meskipun demikian, terdapat beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga, seperti bawang merah, daging ayam ras, daging sapi, dan rokok.

Sementara sektor yang mendorong inflasi adalah transportasi, terutama angkutan udara dan kereta api. Meskipun pemerintah menetapkan larangan mudik, menurut Suhariyanto, jumlah penumpang penerbangan jelang hari raya tetap banyak sehingga menyebabkan inflasi.

Baca Juga: New Normal, Pusat-pusat Perbelanjaan di Majalengka Dijaga Kepolisian dan TNI

Suhariyanto mengatakan, inflasi rendah tidak hanya dialami oleh Indonesia bahkan negara lain  di seluruh dunia.  Beberapa negara bahkan mengalami deflasi selama dua bulan terakhir seperti Filipina, Singapura, Vietnam, dan Tiongkok. Kondisi tersebut terjadi karena rendahnya daya beli masyarakat.

Indeks Perdagangan Deflasi

Kondisi tersebut juga dapat dilihat dari Indeks Perdagangan Besar April 2020 yang mengalami deflasi hingga -0,1 persen. Angka itu jauh menurun dibandingkan Januari 2020 yang mencapai 0,29.

Baca Juga: Kecelakaan Tunggal, Wakapolres Purbalingga Meninggal Dunia

Dia mengatakan, deflasi indeks perdagangan besar dipengaruhi oleh sektor pertanian serta pertambangan dan galian. Indeks perdagangan sektor pertanian mengalami deflasi hingga -0,18. Sementara indeks  pertambangan dan penggalian mengalami deflasi hingga -0,01 persen.

“Penurunan indeks perdagangan pertanian disebabkan oleh adanya penurunan harga bahan makanan seperti yang saya sebutkan sebelumnya. Hal itu juga disebabkan oleh penurunan harga minyak kelapa sawit dan minyak goreng,” ujar dia. ***

Halaman:

Editor: Syamsul Bachri


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X