Sri Mulyani Rinci Penggunaan Pinjaman Rp 3,6 Triliun dari Bank Dunia untuk Tangani Covid-19

- 1 Juni 2020, 14:29 WIB
SRI Mulyani, Menteri Keuangan Indonesia, mendukung bank untuk memberikan pinjaman dana di tengah pandemi virus corona.
SRI Mulyani, Menteri Keuangan Indonesia, mendukung bank untuk memberikan pinjaman dana di tengah pandemi virus corona. //Dok. Instagram @smindrawati

Hal itu diterapkan melalui pelaporan yang lebih baik dan sistem pengawasan yang lebih kuat. 

 Baca Juga: Tanggapi Isu Kenaikan Tagihan Listrik, PLN UP3 Sumedang Bentuk Posko Pengaduan

"Program ini akan mencakup seluruh wilayah Indonesia, dan penerima manfaat utama termasuk pasien yang mengunjungi rumah sakit dan fasilitas kesehatan, khususnya penduduk rentan dan berisiko tinggi seperti orang tua dan mereka yang memiliki kondisi kronis, serta para tenaga kesehatan," ujar dia.

Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor-Leste, Satu Kahkonen, mengatakan, program ini merupakan kerja sama penting dengan pendanaan yang terkoordinasi bersama beberapa mitra.

Pendanaan sebesar 250 juta Dolar AS tersebut merupakan pendanaan bersama dari Asian Infrastructure dan Investment Bank. Semenrara Islamic Development Bank memberikan  pembiayaan paralel sebesar 200 juta Dolar AS.

 Baca Juga: Dikabarkan Dibawa ke Bunker Bawah Tanah selama Protes George Floyd, Trump Beri Bantahan 

“Merupakan sebuah kehormatan bagi kami untuk mendukung upaya Pemerintah Indonesia dalam menghadapi COVID-19 dan mengurangi dampak pandemik ini pada sektor kesehatan, ekonomi dan sosial. Hal ini sangat penting bagi upaya yang berkelanjutan dalam mengurangi kemiskinan dan melindungi modal manusia Indonesia,” kata Satu Kahkonen.

Dia mengatakan, kelompok Bank Dunia merupakan salah satu sumber pendanaan dan pengetahuan terbesar bagi negara-negara berkembang. Pihaknya mengambil tindakan dengan cakupan yang luas dan  cepat untuk membantu negara-negara berkembang memperkuat penanganan terkait pandemi yang sedang mereka hadapi.  

"Kami mendukung peningkatan intervensi kesehatan masyarakat, berupaya untuk memastikan aliran pasokan dan peralatan penting, dan mendukung sektor swasta untuk terus beroperasi dan mempertahankan pekerjaan. Selama 15 bulan, kami akan mengerahkan hingga 160 miliar Dolar AS dalam bentuk dukungan keuangan untuk membantu lebih dari 100 negara melindungi penduduk miskin dan rentan," ujarnya.***

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X