Selamatkan UMKM, Berikut yang Harus Dilakukan Pemerintah

- 29 Mei 2020, 20:22 WIB
ILUSTRASI Produksi roti skala rumah tangga. Anggota Komisi VI DPR Amin meminta pemerintah mengoptimalkan peran Smesco untuk menyelamatkan UMKM di tengah pandemi covid-19. //ANTARA

PIKIRAN RAKYAT - Penjadwalan ulang pembayaran hutang, pemberian hutang baru, dan reorganisasi merupakan beberapa cara untuk menyelamatkan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) saat pandemi virus corona (Covid-19).

Upaya tersebut memungkinkan perusahaan dapat beradaptasi dengan situasi dan kondisi yang dihadapi, berkinerja lebih sehat, dan berkembang pada kemudian hari.

Hal itu diungkapkan Rektor Institut Koperasi Indonesia (Ikopin) Burhanuddin Abdullah, dalam seminar daring bertajuk Restrukturisasi Bisnis UMKM Pasca Covid-19, Jumat 29 Mei 2020.

Baca Juga: Arsitek Bandung Menangi Sayembara Desain Masjid Agung Jateng Magelang

Burhanuddin menuturkan, pemerintah cukup sigap menanggapi situasi pandemi Covid-19 dengan dikeluarkannya Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2020 tentang Program Pemulihan Ekonomi Nasional. Para pengusaha UMKM turut gembira dengan program tersebut. Apalagi di dalamnya ada program restrukturisasi kredit dan tambahan modal kerja termasuk untuk UMKM.

Namun, bantuan itu tidak menyelesaikan seluruh masalah. Pengusaha yang kreditnya direstrukturisasi akan memperoleh perpanjangan waktu pembayaran hutang. Pengusaha juga bisa mendapat subsidi bunga atau juga dapat tambahan Kredit Modal Kerja, jika UMKM tersebut punya catatan yang bagus.

Baca Juga: Tiga Warganya Positif Covid-19, Desa Samida di Garut Diisolasi

Namun, dari semua kemudahan tersebut, masalah keuangan dan permodalan UMKM tetap seperti dulu. Pengusaha UMKM tetap harus menyelesaikan hutang pada waktu yang disepakati. Oleh karena itu, bantuan selanjutnya yang harus diberikan kepada pengusaha UMKM, yakni pengembangan jaringan kelembagaan dan tata-kelola, serta peningkatan kemampuan dan keterampilan individual. Kemudian penting juga para pelaku UMKM untuk bersatu.

"Realita menunjukkan bahwa sebagian pasar UMKM adalah buyers market. Oleh karena itu, seruan untuk menggalang kebersamaan agar memiliki kedudukan tawar-menawar yang tinggi patut dipertimbangkan, misalnya dengan mendirikan koperasi UMKM sejenis," kata Burhanuddin.

Baca Juga: Puting Beliung, Terbangkan Genteng Puluhan Rumah Warga Sukabumi

Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Eddy Satriya menambahkan, dalam menyikapi pandemi saat ini pemerintah telah meluncurkan program-program untuk KUKM, diantaranya lima skema perlindungan dan pemulihan KUKM, penanganan dampak ekonomi KUKM pada masa dan pascapandemi Covid-19, belanja di warung tetangga, UMKM Digital, dan lainnya. ***

Editor: Syamsul Bachri


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X