Pedagang Pasar Tradisional Soroti 3 Hal dalam Menghadapi New Normal

- 29 Mei 2020, 06:25 WIB
WARGA berjalan menyusuri trotoar melewati lapak PKL dan pertokoan sambil menggunakan masker, di Pasar Cicadas, Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, Kamis (28/5/2020). Memasuki era "New Normal" atau kehidupan normal baru yang rencanananya akan diberlakukan di Jabar mulai 1 Juni 2020, masyarakat diperbolehkan melakukan aktifitasnya dengan tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19. /ADE BAYU INDRA/"PR"

PIKIRAN RAKYAT – Ada tiga hal yang disoroti Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Jawa Barat Nandang Sudrajat, dalam menghadapi new normal.

Meski secara umum konsep tersebut menurutnya bagus karena diharapkan akan mampu menggeliatkan lagi aktivitas ekonomi yang saat ini terganggu akibat pandemi COVID-19.

Namun ada sejumlah hal yang harus diperhatikan pemerintah saat akan menerapkan konsep tersebut.

Baca Juga: Di Tengah Pandemi COVID-19, Tenaga Medis Depok Jadi Korban Pemerkosaan Usai Berkenalan via Aplikasi

Pertama, pandemic COVID-19 telah memukul keras pasar rakyat dan UMKM karena daya belum masyarakat yang turun drastis.

Artinya, jika protokol new normal diterapkan maka perlu ada upaya lain yang mendampinginya. Dengan kata lain tidak sekedar membuka kegiatan ekonomi tetap juga upaya untuk menggerakkan kegiatan ekonomi khususnya di masyarakat lapisan bawah yang sangat merasakan dampak dari pandemi ini.

Upaya yang bisa dilakukan, misalnya dengan melakukan sejumlah proyek padat karya yang menyerap tenaga kerja masyarakat.

Baca Juga: ICW Menilai Harun Masiku sang Buron Bisa Buka Kotak Pandora Kasus Suap Komisioner KPU

Melalui aktivitas tersebut diharapkan uang akan beredar dimasyarakat bawah yang pada kelanjutannya mendorong orang untuk berbelanja ke pasar.

“Harus parallel, antara membuka kegiatan ekonomi sebagai jalan keluar dengan menggerakkan ekonomi. Tanpa adanya hal tersebut akan sulit, bahkan yang dikhawatirkan peluang dari new normal hanya bisa dimanfaatkan pelaku usaha besar, sementara tanpa disengaja membuat pedagang pasar dan mikro kian tertekan,” katanya saat dihubungi, Kamis 28 Mei 2020.

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X