Guru Besar Unpad: New Normal Jalan Tengah bagi Perekonomian dan Kesehatan

- 29 Mei 2020, 06:05 WIB
PRESIDEN Joko Widodo didampingi Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Idham Azis meninjau Mal Summarecon Bekasi untuk melihat persiapan penerapan prosedur standar new normal di Summarecon Mal Bekasi, Selasa, 26 Mei 2020.* /AGUS SUPARTO/ANTARA

PIKIRAN RAKYAT – Era kelaziman baru (new normal) dinilai menjadi salah satu jalan keluar untuk meminimalisasi kemungkinan kian terpuruknya perekonomian Indonesia akibat pandemi COVID-19.

Era tersebut di satu sisi diharapkan mampu menjaga keselamatan dan kesehatan.

Namun di sisi lain masyarakat dapat tetap produktif sehinggga roda perekonomian yang saat ini terganggu bahkan terhenti kembali terdorong.

Baca Juga: Di Tengah Pandemi COVID-19, Tenaga Medis Depok Jadi Korban Pemerkosaan Usai Berkenalan via Aplikasi

Guru Besar manajemen inovasi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Padjadjaran Yudi Azis mengatakan inti dari kelaziman baru adalah penerapan protokol kesehatan pada berbagai kegiatan untuk menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat.

Misalnya, kegiatan yang menimbulkan kerumunan orang untuk saat sekarang dihindari, penggunaan masker, menjaga jarak fisik, serta pembiasaan untuk selalu mencuci tangan demi mencegah penyebaran COVID-19.

Penerapan protokol kesehatan tersebut tentunya akan memunculkan dampak terhadap aktivitas ekonomi. Sehingga dunia usaha perlu melakukan berbagai penyesuaian seiring dengan perubahan yang terjadi.

Baca Juga: ICW Menilai Harun Masiku sang Buron Bisa Buka Kotak Pandora Kasus Suap Komisioner KPU

“Sebelumnya (pada kondisi awal) semua normal seperti biasa. Kemudian masuk tahap kedua, dilakukan pembatasan dengan diterapkannya PSBB. Ini dua titik ekstrim, yang satu melepas sementara yang lainnya mengunci (mobilitas masyarakat). Nah new normal ini berada ditengah-tengah, solusi untuk mencari irisan, menjaga keselamatan dan kesehatan dengan mendorong roda perekonomian,” katanya saat dihubungi, Kamis, 28 Mei 2020.

Langkah tersebut, menurut Yudi, lebih baik jika dibandingkan dengan melakukan PSBB. Tentu dengan catatan masyarakat tetap disiplin terutama di daerah yang tingkat penularannya sudah dapat dikendalikan.

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X