BI Beli SBN Pasar Perdana Rp 34,05 T untuk Pembiayaan Defisit APBN

- 28 Mei 2020, 21:00 WIB
ILUSTRASI logo Bank Indonesia.* /DOK PIKIRAN RAKYAT

PIKIRAN RAKYAT - Bank Indonesia telah melakukan pembelian Surat Berharga Negara di pasar perdana sebesar Rp 34,05 triliun sejak dikeluarkannya  Perppu no. 2 tahun 2020.

Dana tersebut akan digunakan untuk pembiayaan defisit APBN 2020.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan BI sebenarnya tidak diperbolehkan untuk membeli SBN  di pasar perdana dalam kondisi normal.  Bank Indonesia hanya diperkenankan melakukan oembelian SBn di pasar sekunder.

Baca Juga: Difasilitasi Gratis, Pasien Covid-19 di Karantina Komunal Purwakarta Pesan Steak dan Makanan Langka

“Kenapa tidak boleh? Karena pembelian SBN primer ini akan mengurangi kemampuan  BI dalam mengendalikan inflasi,”ujar dia saat media briefing secara daring,  Kamis 28 Mei 2020.

Namun berdasarkan Perppu no. 2 tahun 2020, BI diperbolehkan untuk melakukan pembelian SBN di pasar primer atau langsung ke Kementrian Keuangan.

Hal itu dilatarbelakangi oleh tingginya kebutuhan anggaran untuk penanganan Covid 19. Kondisi tersebut menyebabkan defiist APBN 2020 diperkirakan mencapai  lebih dari 5 persen.

Baca Juga: Pertumbuhan Industri Manufaktur Triwulan II 2020 ditargetkan 2-2,7 Persen

Untuk menutupi defisit tersebut, Perry mengatakan, Kementrian Keuangan mencari sumber pembiayaan dengan melakukan lelang SBN. Namun dalam kondisi pandemi seperti saat ini, tidak semua produk SBN tersebut bisa diserap pasar.

“Sumber pendanan juga besar dan tidak semuanya bisa diserap pasar melalui lelang. Makanya pada perppu no. 2 tahun2020,  BI diperbolehkan membeli SBN di pasar perdana untuk pembiayaan pemulihan ekonomi. Dalam kondisi normal gak boleh,  jika BI membiayai defisit APBN,”ujarnya.

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X