Sabtu, 30 Mei 2020

96 Persen UMKM Terdampak Pandemi Covid-19, Eri : Segera Keluar dari Zona Nyaman

- 20 Mei 2020, 18:46 WIB
PENJAHIT mengerjakan pekerjaannya di salah satu konveksi kaos di Jalan Manisi, Kota Bandung, Senin (13/4/2020). UMKM diusulkan memperoleh kemudahan kredit di tengah pandemi Covid-19.* /ARIF HIDAYAH/"PR"

PIKIRAN RAKYAT - Hasil survey menyebutkan, sebanyak 96% pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) mengaku sudah mengalami dampak negatif pandemi Covid-19 terhadap proses bisnisnya. Sebanyak 75% diantaranya mengalami dampak penurunan penjualan yang signifikan.

Demikian diungkapkan Vice President (VP) Marketing JNE, Eri Palgunadi, melalui siaran pers yang diterima Pikiran-Rakyat.com, Rabu, 20 Mei 2020. Ia mengatakan, bahwa UMKM merasakan dampak yang cukup besar akibat pandemi Covid -19. 

"Pada kondisi seperti ini pengusaha lokal dihadapkan pada kemampuannya untuk beradaptasi dengan kebiasaan baru," ujarnya.

Baca Juga: 7 Kecamatan di Kabupaten Cirebon Zona Merah Covid-19, Diimbau Tidak Selenggarakan Salat Id

Di tengah pandemi, menurut dia, para pengusaha harus berani keluar dari zona nyaman.Para pelaku usaha lokal harus cerdik, harus jeli melihat posisinya dan peluang yang hadir saat ini.

Brand activist, Arto Biantoro, mengatakan, dalam kondisi tersebut masyarakat harus turut membantu UMKM. Salah satunya adalah dengan cara membeli produk mereka.

Terlepas dari hal itu, menurut Arto, semua pihak harus bahu-membahu agar keadaan makin cepat membaik. Hal ini juga yang diamini oleh Eri terkait upaya JNE untuk dapat membantu penanganan Covid-19 dengan menggelar program-program, seperti memberikan diskon atau layanan gratis untuk pengiriman alat pelindung diri (APD).

Baca Juga: Massa Ingin Temui Bahar bin Smith, Kemenkumham Ungkap Kondisinya Usai Rapid Test

Eri pun menjelaskan, bahwa sejak dulu JNE telah melakukan langkah untuk mendukung UMKM. Salah satunya melalui program JLC (JNE Loyalty Card) yang telah memberi banyak benefit kepada UMKM

"Lalu ada juga Pesona (Pesanan Oleh-Oleh Nusantara) untuk mendukung produsen makanan khas. Begitu juga Friendly Logistic untuk memudahkan bisnis UMKM,” paparnya.

Baca Juga: PT Ateja Bagikan Ratusan Sembako ke Warga Sekitar Perusahaan

Terakhir, Eri mengatakan, jika brand harus berproses, artinya harus belajar agar dapat bertahan melewati pandemi. Menurut dia, kuncinya ada tiga, yaitu harus selalu update, berpikir positif, dan optimis terhadap perubahan. 

"Selain itu juga penting untuk persistence, jika produk tidak laku maka jangan mundur. Itu kurang lebih modal sebuah brand untuk bertahan dan berkembang,” tutup Eri. ***

Halaman:

Editor: Syamsul Bachri


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X