Rabu, 27 Mei 2020

Meski Alami Kontraksi Akibat Pandemi Covid-19, Kinerja BTN Masih Tumbuh

- 15 Mei 2020, 15:55 WIB
ILUSTRASI grafik pertumbuhan.* /DOK. PR
PIKIRAN RAKYAT - Mewabahnya Covid-19 berdampak terhadap nerbagai sektor perekonomian. Meski demikian, kinerja PT Bank Tabungan Negara (Peraero) Tbk atau Bank BTN masih terjaga baik, ditopang bisnis yang masih tumbuh, langkah efisiensi, dan upaya mempertebal likuiditas serta pencadangan yang telah dilakukan perseroan sejak tahun lalu. 
 
"Memasuki kuartal II/2020, Bank BTN optimistis tetap mampu mencatatkan kinerja on track kendati kondisi industri perbankan dan ekonomi nasional tengah mengalami kontraksi akibat pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19)," kata Direktur Utama Bank BTN Pahala Nugraha Mansury saat Paparan Kinerja Keuangan Triwulan I Tahun 2020, di Jakarta, Jumat 15 Mei 2020.
 
 
Pahala melalui video conference mengatakan, dampak dari penyebaran Covid-19 telah terlihat di berbagai sektor pada kuartal I/2020. Meski demikian, berbagai strategi yang telah dijalankan perseroan sejak tahun lalu menjadi bantalan cukup tebal untuk mempertahankan kinerja positif di Bank BTN
 
Menutup kuartal I/2020, Bank BTN menghasilkan pendapatan bunga senilai Rp 6,17 triliun. Dengan kinerja tersebut, laba operasional perseroan sebelum provisi tercatat sebesar Rp 870 miliar. 
 
“Pendapatan bunga tersebut disumbang pertumbuhan kredit kami yang masih solid kendati dampak Covid-19 cukup terasa. Pencadangan, permodalan, dan likuiditas kami yang cukup tebal juga menjadi bantalan kuat di tengah kondisi seperti saat ini,” ujarnya.
 
 
Untuk tetap menjaga rasio pencadangan yang kuat, Bank BTN terus memupuk provisinya dengan mengalokasikan dari laba operasional. Per kuartal I/2020, coverage ratio perseroan melonjak ke level 105,66% dari 45,07% pada periode yang sama tahun lalu. Dengan alokasi untuk pencadangan tersebut, Bank BTN mencatatkan laba bersih senilai Rp 457 miliar pada 31 Maret 2020. 
 
Perseroan juga mencatatkan rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) sebesar 18,73% pada kuartal I/2020 atau naik 111 basis poin (bps) dari 17,62% di kuartal I/2019. Peningkatan permodalan tersebut didukung penerbitan subdebt pada awal 2020 yang mencatatkan kelebihan permintaan hingga lebih dari 10 kali. 
 
Pahala menambahkan, bank tabungan spesialis kredit perumahan ini juga aktif mencari pendanaan di luar Dana Pihak Ketiga (DPK). Sehingga, Liquidity Coverage Ratio (LCR) perseroan masih kuat di level 140,51% per 31 Maret 2020.  
 
 
Kredit
Dipaparkan, Bank BTN telah menyalurkan kredit dan pembiayaan senilai Rp 253,25 triliun pada akhir kuartal I/2020. Posisi tersebut tumbuh 4,59% secara tahunan (year-on-year/yoy) dari Rp 242,13 triliun di kuartal I/2019. 
 
Menurut Pahala, penopang terbesar pertumbuhan kredit Bank BTN yakni segmen Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi. Segmen yang menempati porsi sebesar 44,53% dari total kredit di emiten bersandi saham BBTN tersebut, mencatatkan pertumbuhan sebesar 10,57% yoy dari Rp101,9 triliun pada kuartal I/2019 menjadi Rp112,78 triliun pada periode yang sama tahun ini. 
 
Pada segmen KPR Non-subsidi yang menempati porsi sebanyak 31,58% terekam penyaluran kredit sebesar Rp 79,99 triliun pada kuartal I/2020. Secara total, kredit di sektor perumahan di Bank BTN mencatatkan kenaikan sebesar 4,14% yoy dari Rp 219,73 triliun pada Maret 2019 menjadi Rp 228,82 triliun di bulan yang sama tahun ini. 
 
Segmen kredit non-perumahan juga mengalami kenaikan sebesar 9,05% yoy dari posisi sebesar Rp 22,41 triliun pada 31 Maret 2019 menjadi Rp 24,43 triliun di periode yang sama tahun ini. Kenaikan terbesar di segmen ini ditopang melesatnya penyaluran kredit korporasi sebesar 87,75% yoy menjadi Rp 6,54 triliun pada 31 Maret 2020. 
 
Di sisi lain, Bank BTN juga telah menghimpun DPK sebesar Rp 221,72 triliun per kuartal I/2020 atau naik 2,73% yoy. Dengan berbagai capaian tersebut, aset BBTN per kuartal I/2020 yakni senilai Rp 308,19 triliun atau naik 2,27% yoy dari Rp 301,35 triliun pada kuartal I/2019. 
 
Perseroan juga mencatatkan penurunan Cost of Fund (CoF) sebesar 61 bps dibanding tahun lalu. Perbaikan CoF tersebut disebabkan adanya peningkatan tabungan reguler Batara sebesar 6,8% yoy menjadi Rp18,23 triliun. “Secara gradual, dari Januari hingga Maret 2020, cost of fund Bank BTN juga menunjukkan tren perbaikan,” tutur Pahala. 
 
Di tengah pandemi ini, kata Pahala, pihaknya juga terus memacu bisnis digital banking perseroan. Di layanan mobile banking perseroan misalnya, pengguna layanan tersebut naik menjadi lebih dari 1,2 juta akun dengan transaksi mencapai Rp 2,62 triliun pada kuartal I/2020. Pengajuan KPR melalui BTN Properti Mobile per kuartal I/2020 juga mencapai lebih dari 9 ribu unit dengan nilai sekitar Rp 3,11 triliun. 
 
Portal BTN Properti dengan lebih dari 631 ribu unit hunian juga telah mencatatkan pengajuan kredit senilai Rp 356 miliar pada kuartal I/2020. Situs Rumah Murah BTN   juga sudah dikunjungi 152 ribu pengunjung dengan penjualan mencapai Rp 31,4 miliar dari total aset senilai Rp 13,7 triliun. 
 
Pahala melanjutkan Bank BTN juga telah melakukan efisiensi biaya overhead hingga 15% dibandingkan rencana semula. Efisiensi tersebut didukung adanya perbaikan business process. “Kami optimistis tetap mencatatkan pertumbuhan pada kinerja bisnis kami kendati dampak dari pandemi ini masih akan membayangi ekonomi baik secara global maupun nasional,” ujar Pahala. 
 
Unit Syariah
Unit Usaha Syariah (UUS) Bank BTN juga menorehkan kinerja positif pada kuartal I/2020. Data keuangan Bank BTN menunjukkan UUS Bank BTN tersebut meraup laba bersih sebesar Rp 86,5 miliar atau melonjak 185,7% yoy dari Rp 30,29 miliar di kuartal I/2019. 
 
Sejalan dengan raihan positif pada laba bersih tersebut, pembiayaan syariah pun naik 6,59% yoy menjadi senilai Rp 23,92 triliun pada kuartal I/2020. BTN Syariah pun telah menghimpun DPK senilai Rp 20,93 triliun pada kuartal I/2020. Dengan capaian tersebut, aset BTN Syariah tercatat naik 3,4% yoy menjadi Rp 28,79 triliun pada akhir Maret 2020.***

Editor: Gita Pratiwi


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X