Di Tengah Pandemi Covid-19, BRI Fokus Penyelamatan dan Perlindungan Sektor UMKM

- 14 Mei 2020, 12:37 WIB
ILUSTRASI UMKM.* /ANTARA

PIKIRAN RAKYAT - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mencatatkan kinerja yang stabil hingga akhir kuartal I 2020 di tengah pandemi covid-19. Pencapaian tersebut dibarengi dengan terus  fokus untuk menyelamatkan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia.

Direktur Utama Bank BRI Sunarso menjelaskan, kredit BRI mampu tumbuh di atas rata-rata industri hingga akhir kuartal I 2020. 

“Secara konsolidasian Bank BRI telah menyalurkan kredit sebesar Rp 930,73 triliun atau tumbuh double digit sebesar 10,05 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 845,72 triliun. Ini lebih tinggi daripada pertumbuhan kredit industri sebesar 7,95% di bulan Maret 2020,” imbuhnya dalam paparan kinerja yang disampaikan secara virtual di Jakarta, Kamis 14 Mei 2020.

Baca Juga: Dihentikan pada Maret Lalu, Liga Italia akan Dilanjutkan pada Juni

Komposisi kredit UMKM BRI dibanding total kredit BRI pun merangkak naik dari 77,37% di kuartal I 2019 menjadi 78,31% pada kuartal I 2020. Ini merupakan salah satu bentuk upaya perseroan sebagai langkah countercyclical terhadap UMKM agar roda perekonomian terus berputar.

BRI mampu tetap tumbuh melalui selective growth dan prudent dalam menyalurkan fasilitas pinjaman. Hal ini tercermin dari pengelolaan rasio kredit bermasalah BRI, dimana pada akhir Maret 2020 NPL BRI tercatat 3% jauh di bawah batas maksimal NPL yang ditetapkan regulator sebesar 5%,” urai Sunarso.

Pada sisi Dana Pihak Ketiga (DPK), hingga akhir kuartal I 2020 DPK BRI tercatat Rp 1.029,00 triliun atau naik sebesar 9,93% yoy. Angka ini juga masih di atas pertumbuhan DPK industri perbankan nasional pada bulan Maret 2020 sebesar 9,54%. Dana murah (CASA) masih mendominasi portofolio simpanan BRI, mencapai 55,90 persen dari total DPK atau senilai Rp 575,18 triliun.

Baca Juga: 3,7 Ton Hasil Perikanan Jawa Barat Dibuat Olahan, Disebarkan untuk Menu Buka Puasa Tenaga Medis

loading...

“Di tengah kondisi yang sedemikian menantang, dengan fokus pada kesehatan aset produktif, secara konsolidasian Bank BRI mampu mencetak laba Rp 8,17 triliun dengan aset mencapai Rp 1.358,98 triliun hingga akhir kuartal I 2020,” jelas Sunarso. 

Modal

Sementara itu, dari sisi permodalan, BRI mencatat rasio CAR 18,56% di akhir kuartal I 2020. “Ini mencerminkan modal BRI cukup kuat untuk melakukan ekspansi dalam jangka pendek, jangka menengah maupun jangka panjang. Disamping itu likuiditas BRI masih sangat ideal dan BRI mempunyai ruang yang cukup untuk tumbuh secara sehat dimana rasio LDR BRI di kuartal I 2020 tercatat sebesar 90,45%,” tutur Sunarso.

Baca Juga: Jokowi Resmikan Gerakan Nasional #BanggaBuatanIndonesia, Ajak Masyarakat Majukan Usaha Anak Bangsa

Faktor lain yang menjadi penyokong kinerja BRI adalah peningkatan pendapatan berbasis komisi yang dikerek oleh peningkatan transaksi digital dampak dari PSBB dan himbauan physical distancing. Pendapatan berbasis komisi BRI di akhir Maret 2020 tercatat sebesar Rp 4,17 triliun atau tumbuh 32,91% year on year.

Halaman:

Editor: Syamsul Bachri


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X