Proyeksi Bappenas : Penduduk Miskin Tahun 2020 Bertambah 2 Juta Orang

- 12 Mei 2020, 14:19 WIB
ILUSTRASI miskin, kemiskinan.* /PIXABAY

PIKIRAN RAKYAT - Kementerian Pembangunan Perencanaan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) memproyeksikan bahwa jumlah pengangguran di Indonesia akan bertambah 4,22 juta orang pada 2020. Sementara jumlah penduduk miskin pada akhir 2020 diperkirakan akan bertambah 2 juta orang dibandingkan data  September 2019.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengatakan, pihaknya perlu melakukan penyesuaian pada Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2021. Hal itu terkait dengan pandemi covid-19 yang terjadi pada 2020.

“Target pembangunan 2020 dan 2021 tentu akan terkoreksi dengan adanya pandemi ini. Hal ini terkait dengan tambahan penganggur pada 2020 sebesar 4,22 juta orang dibandingkan 2019,”ujar dia saat membuka Rapat Koordinasi Pembangunan Pusat secara virtual, Selasa 12 Mei 2020.

Baca Juga: Cegah Tenaga Medis Tertular Covid-19, Dosen ITB Ciptakan Alat Disinfeksi APD

Angka pengangguran Bappenas tersebut lebih besar dari data Kementerian Tenaga Kerja yang mencatat angka pengangguran sebesar 1,7 juta orang. Sementara Kamar Dagang Industri mencatat bahwa angka pengangguran pada awal 2020 telah mencapai 6 juta orang.

Suharso mengatakan, angka pengangguran tersebut menyebabkan tingkat pengangguran terbuka (TPT)  berkisar antara 7,8-8,5 persen. Angka TPT tersebut jauh lebih besar dibandingkan target APBN 2020 sebesar 4,8-5,0 persen. Sementara realisasi TPT 2019 sebesar 5,28 persen. Pada 2021, angka TPT ditargetkan sekitar  7,5-8,2 persen.

loading...

Meningkatnya jumlah pengangguran tersebut tentu akan mempengaruhi angka kemiskinan. Bappenas memprediksi jumlah penduduk miskin akan bertambah sebesar 2 juta orang pada 2020.

Baca Juga: Ratusan APD dari HBC Disebarkan ke 9 Rumah Sakit di Bandung

Pada 2019, pemerintah berhasil menekan tingkat kemiskinan  menjadi single digit, yaitu sebesar 9,22 persen. Namun dampak pandemi covid-19 berpotensi menaikan kembali tingkat kemiskinan menjadi 9,7 – 10,2 persen pada 2020.

“Kami berupaya agar menahan tingkat kemiskinan itu tidak sampai double digit, karena jika itu terjadi, itu akan menjadi pekerjaan berat pada 2021 dimana sebelumnya  tingkat kemiskinan ditargetkan akan terkoreksi hingga 8,5 persen,” tuturnya.

Halaman:

Editor: Syamsul Bachri


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X