Senin, 1 Juni 2020

Produk Makanan dan Minuman Kadaluarsa Masih Ditemukan di Sejumlah Supermarket di Kota Serang

- 8 Mei 2020, 20:14 WIB
ILUSTRASI supermarket.* /PIXABAY

PIKIRAN RAKYAT - Pemerintah Kota (Pemkot) Serang melalui Dinas Perdagangan Industri Koperasi dan Usaha Kecil Mikro (UMKM) melakukan inspeksi mendadak (sidak), Jumat 8 Mei 2020. Dalam sidak tersebut ditemukan makanan dan minuman yang kadaluarsa dan izin edar di sejumlah supermarket atau ritel di Kota Serang. 

Staf bidang Perdagangan pada Disperdaginkop UKM Kota Serang Toro mengatakan, pihaknya menemukan sejumlah produk yang telah memasuki masa kadaluarsa dan ada produk makanan yang kondisinya sudah tidak layak. 

"Itu temuannya, kemudian parsel juga itu tidak sesuai dengan ketentuan dari Kementerian Perdagangan (Kemendag). Seharusnya ada keterangan isi dan tanggal kadaluarsa," ujarnya, Jumat 8 Mei 2020.

Baca Juga: Nekad Mudik ke KBB, Siap-siap Diisolasi 14 Hari di Rumah Singgah

Selain itu, kata dia, ada beberapa produk di gudang yang tidak menggunakan alas. "Kemudian, penyimpanan produk makanan dan non pangan masih dicampur. Maka, kami memberikan arahan agar penyimpanannya dilakukan secara terpisah dan menggunakan alas," katanya, 

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pasar pada Disperdaginkop UKM Kota Serang Muhammad Zen mengatakan, dalam satu kali temuan, pihaknya hanya memberikan peringatan berupa lisan dan tulisan. Namun, apabila ditemukan kembali pada sidak selanjutnya, maka akan ditindak tegas dengan melakukan penyitaan.

"Kalau yang pertama kami buatkan berita acara (BA) dan kami peringatkan. Kalau masih ditemukan, baru kami akan beri sanksi hingga penyitaan," ucapnya.

Baca Juga: Anggota DPR: Jangan Sampai Kebijakan Bertentangan dengan Penanganan Covid-19 dari Sisi Medis

Ia juga mengatakan, sidak akan dilakukan sepekan menjelang lebaran. "Satu minggu sebelum lebaran, kami nanti akan melakukan sidak kembali terhadap supermarket, termasuk pasar. Karena khawatir masih ada makanan atau minuman kedaluwarsa yang diedarkan. Biasanya digunakan pada parsel lebaran," ucapnya.

Sementara, Kepala Disperdaginkop UKM Kota Serang Yoyo Wicahyono mengatakan, pihaknya juga menemukan izin edar atau produk industri rumah tangga (PIRT) yang belum diperbarui. "Rata-rata yang ditemukan di lapangan (retail) masih menggunakan PIRT yang lama. Termasuk di minimarket. Itu temuan sidak yang putaran pertama pada 28 April," ujarnya.

Namun, pihaknya melakukan pendekatan secara persuasif terhadap para pelaku usaha tersebut. "Karena ini baru pertama, hanya dicatat dan diberikan teguran secara lisan saja. Tapi kalau masih mengulang akan ditegur tertulis dan terakhir akan dicabut izin edarnya," tuturnya. ***

Halaman:

Editor: Syamsul Bachri


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X