Rugi Rp 16 Miliar per Jam, Maskapai Jerman Minta Bantuan Pemerintah

- 6 Mei 2020, 07:48 WIB
SEKITAR 700 pesawat Lufthansa terpaksa tak beroperasi dampak COVID-19 dan menyebabkan kerugian 1,1 juta Dolar cadangan likuidas per jam.* /AFP/Christof Stache

PIKIRAN RAKYAT - Maskapai Jerman Lufthansa hampir menyelesaikan kesepakatan dengan pemerintah untuk menegosiasikan sebesar 10 miliar Dolar AS atau sekitar Rp 153,4 triliun (kurs saat ini).

Hal ini dilakukan sebagai dampak dari virus corona yang menyebabkan penurunan 99 persen penumpangnya.

Dikutip Pikiran-Rakyat.com dari Daily Mail, sekitar 700 pesawat Lufthansa terpaksa tak beroperasi dan menyebabkan kerugian 1,1 juta dolar cadangan likuidas per jam atau Rp 16 miliar.

Baca Juga: Menu Buka Puasa Ramadhan 1441 H: Resep Roti Goreng Krispi

Pemegang saham Lufthansa juga setuju untuk tidak membagikan 323 juta dolar AS atau sekitar Rp 5,9 triliun laba dan ditahan sebagai dividen tahun 2019.

"Sekitar 10.000 pemegang saham mengikuti rapat online, mewakili 33,19 persen dari modal saham," kata Lufthansa.

Maskapai Lufthansa sedang bersiap untuk memulai kembali penerbangan penumpang secara perlahan mulai Juni 2020.

Baca Juga: Pucat dan Menahan Tangis, Istri Almarhum Didi Kempot Pingsan di Depan Makam sang Suami

Saat ini, maskapai itu sedang dalam pembicaraan dengan pihak pemerintah Jerman, Austria, Swiss dan Belgia tentang bailout sekitar 10 miliar dolar AS.

Halaman:

Editor: Alanna Arumsari Rachmadi

Sumber: Daily Mail


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X