Inflasi Jawa Barat 0,13% pada April 2020, BPS: Fenomena yang Tak Biasa

- 4 Mei 2020, 14:29 WIB
WARGA melewati sejumlah mobil travel yang terparkir di salah satu pool, di Jalan Cihampelas, Kota Bandung, Senin (4/5/2020). Dampak Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) selama pandemi Covid-19 sangat berdampak pada perusahaan travel, pemangkasan armada yang beroperasi dan minimnya penumpang berpengaruh pada jumlah pendapatan perusahaan. /ADE BAYU INDRA/"PR"

PIKIRAN RAKYAT – Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat melaporkan selama April 2020, di wilayah ini terjadi inflasi 0,13%.

Catatan tersebut lebih rendah dibandingkan dengan bulan yang sama pada 2019 yang tercatat 0,41%.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jabar Dody Herlando menuturkan laju inflasi pada April 2020 tersebut merupakan fenomena yang tidak biasa.

Baca Juga: Sebelum Terhenti Pandemi, 3 Klub Papan Atas Liga Italia Serie A Bersaing Sengit

Alasannya, berdasarkan pola historis yang ada, laju inflasi ketika menjelang ataupun saat Ramadhan akan dinamis. Khususnya untuk bahan makanan.

“Sedangkan saat ini, untuk bahan makanan sebagian besar justru turun. Ini menunjukkan adanya efek terhadap daya beli masyarakat dari pandemi COVID-19. Fenomena COVID memengaruhi situasi pasar sehingga daya beli tidak sebaik periode sebelumnya,” ujarnya sata konferensi pers, Senin 4 Mei 2020.

loading...

Kondisi tersebut, lanjutnya, terlihat dari perubahan di kelompok transportasi yang mengalami deflasi seiring diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah Bogor dan Bekasi, serta Bandung Raya.

Baca Juga: Di Tengah Pandemi Corona, 40.000 Warga Palestina Menyeberang ke Israel untuk Mencari Kerja

Dipaparkan inflasi Jabar pada April 2020, tercatat 0,13%. Dengan demikian laju inflasi tahun kalender (Januari – April 2020) 1,23%, sementara laju inflasi dari tahun ke tahun (April 2020 terhadap April 2019) tercatat 3,77%.

Dari 11 kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi, yakni Kelompok Pakaian & Alas Kaki 0,09%, Kelompok Perumahan, Air, Listrik, & Bahan Bakar Rumah Tangga 0,28%, Kelompok Kesehatan 0,36%, Kelompok Rekreasi, Olahraga, & Budaya 0,02%, Kelompok Penyediaan Makanan & Minuman/Restoran 0,20%, dan Kelompok Perawatan Pribadi & Jasa Lainnya 1,17%.

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X