Bawang Putih dan Gula Impor Masuk Bulan Mei, Agus : Untuk Tekan Harga Pangan yang Tinggi

- 30 April 2020, 08:31 WIB
BAWANG putih.* /ANTARA FOTO

PIKIRAN RAKYAT - Beberapa bahan kebutuhan pokok impor mulai masuk ke Indonesia pada pertengahan Mei. Bahan impor tersebut diharapkan dapat menekan harga kebutuhan pangan yang tinggi di tengah bulan Ramadhan dan pandemi COVID-19.

Kebutuhan pokok yang tengah diimpor tersebut, adalah gula pasir, bawang putih, dan bawang bombay. Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, mengatakan, Kementerian Perdagangan sudah memberikan pelonggaran ijin impor beberapa bahan pangan. Meskipun demikian, dia mengakui bahwa proses impor saat ini lebih lambat dibandingkan biasanya.

"Karena di tengah situasi seperti ini (terjadi pandemi COVID-19), banyak negara yang melakukan lockdown. Otomatis proses impor pun terhambat," ujarnya di Jakarta Rabu 29 April 2020.

Baca Juga: Kisah Baing Yusuf, Dianugerahi Karamah Berperang Gunakan Sapu Merang

Dia mengatakan, pemerintah saat ini telah menambahkan ijin impor raw sugar sebesar 550.000 ton.  Diperkirakan impor tersebut masuk pertengahan Mei 2020.

"Mungkin minggu depan sudah mulai masuk secara bertahap. Distribusi gulanya sudah kami sepakati antara distributor dan asosiasi," ujarnya.

Agus memperkirakan, bahwa impor gula tersebut tidak akan bertabrakan dengan musim giling petani lokal. Sebab, musim giling tebu diperkirakan mundur ke bulan Juni, akibat kemarau yang lebih panjang. 

Baca Juga: ASN KBB Kumpulkan Sedekah untuk Penanganan Pandemi Virus Corona

loading...

"Biasanya kan musim giling itu Mei, sekarang diperkirakan Juni. Jadi gula dari petani baru bisa masuk ke pasar konsumen sekitar Juli," ujarnya.

Bahan pangan impor lainnya yang akan masuk Mei adalah bawang putih. Agus mengatakan, Kementerian Perdagangan telah mengeluarkan ijin impor 72.000 ton bawang putih. Dari jumlah tersebut, ditargetkan sebanyak 58.000 ton masuk ke pasar lokal pada Mei 2020. 

"Awal Mei barangnya sudah mulai masuk. Banyak pengusaha yang sudah memanfaatkan relaksasi impor, sehingga lebih mudah, terutama bawang putih dan bombay," kata dia. 

Baca Juga: Pencatatan Mandiri PDAM Tirtawening, Foto Meteran Air dan Nomor Pelanggan, Lalu Kirim ke

Meskipun terdapat bahan pangan yang harganya melambung tinggi, namun inflasi April 2020 diperkirakan rendah. Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo memperkirakan, inflasi April 2020 mencapai 0,18 % (mtm) atau 2,78 % (yoy). Perry mengatakan, inflasi tersebut lebih rendah dari inflasi Maret yang mencapai 2,96 persen (yoy), dan Februari 2,98 persen (yoy).

Halaman:

Editor: Syamsul Bachri


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X