Rabu, 27 Mei 2020

Rupiah Menguat, Dolar AS Jatuh terhadap Sejumlah Mata Uang Negara

- 29 April 2020, 12:05 WIB
ILUSTRASI kurs dolar.* /REUTERS

PIKIRAN RAKYAT - Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat hari ini, Rabu, 29 April 2020, bergerak menguat.

Sebaliknya, dolar AS jatuh terhadap sejumlah mata uang negara lain, seperti dolar Australia.

Pekan ketiga April 2020, kurs rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu pagi bergerak menguat dipicu sentimen positif global.

Baca Juga: Peneliti Dibuat Bingung, Sudah Ada 28 Studi yang Klaim Perokok Sukar Tertular Corona

Antara melansir pada pukul 9.20 WIB, rupiah menguat 62 poin atau 0,4 persen menjadi Rp 15.383 per dolar AS dari sebelumnya Rp 15.445 per dolar AS.

Dolar AS jatuh terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), sehari sebelum Federal Reserve akan menyelesaikan pertemuan kebijakan dua hari dan investor menyeimbangkan kembali portofolio menjelang akhir bulan.

Investor akan mengawasi untuk melihat apakah bank sentral AS memberikan petunjuk tentang kemungkinan jalannya ke depan setelah menanggapi kehancuran ekonomi dari wabah virus corona baru.

Baca Juga: Kenali Gejala Cabin Fever Efek 'di Rumah Aja', dari Depresi, Putus Asa hingga Tak Sabaran

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang saingannya, turun 0,15 persen menjadi 99,94. Indeks telah meningkat dari 99,00 pada akhir Maret.

Dolar Australia melonjak 0,50 persen menjadi 0,6496 dolar setelah sebelumnya mencapai 0,6514, tertinggi sejak 11 Maret.

Euro jatuh ke posisi terendah sesi AS terhadap greenback setelah Fitch Ratings menurunkan peringkat utang Italia menjadi minus BBB, peringkat investasi terendah.

Baca Juga: Selama Ramadan-Idul Fitri, PLN UP3 Majalaya Jamin Pasokan Listrik Aman

Mata uang tunggal terakhir melemah 0,04 persen menjadi 1,0824 dolar.

Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra di Jakarta, Rabu, mengatakan, sentimen positif kelihatannya membayangi pergerakan harga aset berisiko pagi ini.

"Rencana pelonggaran karantina wilayah di beberapa negara pandemi seperti di Italia, Spanyol, Perancis, Selandia Baru, Australia, Kanada dan AS, memicu sentimen positif tersebut. Harga minyak mentah WTI juga menguat karena isu tersebut," ujar Ariston.

Selain itu, lanjut Ariston, pasar juga mengantisipasi hasil rapat bank sentral AS, The Federal Reserve, yang akan dirilis pukul 01.00 WIB dini hari nanti.

Baca Juga: Kembali Mencuri di Tengah Pandemi, Napi yang Bebas Dipukuli Warga

The Fed kemungkinan masih akan mengeluarkan pernyataan yang dovish yang masih mendukung kebijakan pelonggaran moneter untuk membantu memulihkan perekonomian yang terdampak wabah.

The Fed juga mungkin tidak akan mengubah tingkat suku bunga acuannya karena kebijakan stimulusnya sudah cukup besar.

Sejak Maret 2020, The Fed diperkirakan sudah mengeluarkan stimulus sebesar 2 triliun dolar AS untuk pembelian obligasi dan kebijakan lainnya.

Ariston memperkirakan rupiah hari ini akan bergerak di kisaran Rp 15.350 per dolar AS hingga Rp 15.500 per dolar AS.***

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi

Sumber: Antara


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X